BREAKING NEWS
pasang
Tampilkan postingan dengan label Do'a. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Do'a. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 April 2014

Hanya Kepadamu Aku keluhkan Ini Ya Rob !

Hanya Kepadamu Aku keluhkan Ini Ya Rob !
MutiaraPublic - “Lantaran mereka telah memperdayaiku, maka kepada Engkau Wahai Yang Maha Perkasa, tolonglah hambamu. Karena mereka membodohiku, maka kepada Engkau Wahai Yang Maha Bijaksana, bimbinglah hambamu. Karena mereka melemahkanku, maka kepada Engkau Wahai Yang Maha Kuasa, kuatkanlah diriku. Karena mereka menipuku, maka kepada Engkau Wahai Yang Maha Pemberi Petunjuk, terangilah hatiku. Sesungguhnya sebaik-baik penolong adalah Engkau Ya Rob. Sesungguhnya Engkau merupakan kawan yang dekat dalam diriku.”

Aku keluhkan ini kepada-Mu, ya Rob. Aku keluhkan kebodohan-kebodohanku sendiri. Engkau telah berjanji dengan janji-janji yang pasti, Namun sayang aku justru lebih sering memercayai janji-janji manusia yang mereka sendiri tak percaya dengan janjinya tersebut. Bahkan merekapun tak percaya telah pernah mengucapkannya karena janji itu memang keluar begitu saja. Tanpa dipikir, tanpa dihayati, tanpa dimengerti, tanpa disadari tanggung-jawabnya kepada-Mu ya Rob. Tetapi ya Rob, alangkah sering lupa hati ini.

Ya Allah yang Maha Agung, ada gelombang manusia yang datang berbondong-bondong. Di tangan mereka ada impian-impian yang dijejalkan. Akan tetapi mereka malah mempergunakan nama-Mu, ya Allah, tetapi tanpa mengingat-Mu. 

Mereka berbicara kepada kami seolah-olah merekalah yang berkuasa dan mereka pula yang menentukan hidup dan juga zaman ini, meraka juga dapat membalik keadaan dalam waktu sekejap saja dan mampu membuat setiap manusia meraih surganya di dunia, subhanallah... Mereka bahkan telah “melebihi-Mu”, ya Allah. Engkau ajarkan, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah apa-apa yang ada pada suatu kaum sehingga (mereka) mengubah apa-apa yang ada pada jiwa mereka”, sementara orang-orang itu mengajarkan kepada kami bahwa hidup akan dengan sendirinya berubah apabila mereka berkuasa. Padahal, mereka sendiri tak kuasa mengubah kehidupan dirinya.

Akan tetapi, alangkah sering hati ini lupa terhadap kebesaranmu ya Allah. Hati ini mudah goyah oleh janji-janji yang diucapkan tanpa mengingat tanggung-jawab kepada-Mu. Hati ini sering lalai bahwa hidup ini seharusnya diperjuangkan, hanya karena mabuk oleh impian tentang hidup yang berubah tanpa adanya usaha. 

Astaghfirullahal ‘adzim….  Alangkah rakus hati ini. Dan alangkah tercengang jiwa ini kepada mereka-mereka yang telah mempergunakan nama-Mu untuk merebut amanah demi dunia yang hanya sesaat ini.

Ya Allah, tiada Tuhan selain Engkau dan Engkaulah tempat keadilan yang sejati, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menzalimi diri sendiri. Kukeluhkan ini kepada-Mu, ya Allah, sungguh jiwaku yang mudah tergesa-gesa oleh gemerlapnya perhiasan dunia. 

Kukeluhkan kepada-Mu, ya Allah, hatiku yang mudah terpedaya oleh apa-apa yang tampaknya menjadi kekuatan yang sangat nyata. Kami ajak manusia kepada-Mu, tetapi pada saat bersamaan kami sering lupa bahwa Engkaulah yang telah memberi kekuatan.

Jiwa kami ini, ya Allah, alangkah sering lalai bahwa Engkau telah kuatkan kami di saat jumlah kami masih sedikit. Akan tetapi begitu jumlah kami telah bertambah, kami lupa pada jiwa. Kami lupa pada kuasa-Mu. 

Ya Allah, sungguh kami adalah termasuk orang-orang yang zalim dan teperdaya oleh orang-orang yang zalim. Sungguh kami adalah termasuk orang-orang yang bodoh dan terperangkap oleh ucapan orang-orang yang membodohi kami. Maka kepada-Mu, ya Allah Ya Rob, kami memohon kekuatan, kesadaran dan kebangkitan. Kepada-Mu ya Allah Ya Rob, kami memohon taubat dan kejayaan hidup di dunia hingga akhirat nanti.

Amin.. Ya Rabbal 'Alamin...!


Oleh : Ustad Ahmad HasanRedaktur : HakimDipublikasi : mutiarapublic.blogspot.com


Minggu, 10 November 2013

Do'a Mohon Keselamatan "Dari Kaum Nabi Musa a.s"

ilustrasi : Do'a Mohon Keselamatan "Dari Kaum Nabi Musa a.s"

Artinya: "Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmat-Mu dari tipu daya orang- orang yang kafir." (Qs. Yunus: 85-86).
Penjelasan:
Doa ini dibaca oleh kelompok minoritas yang beriman kepada Nabi Musa a.s., setelah mereka menyaksikan kemukjizatannya dihadapan Fir'aun. Ketika itu, kaum Nabi Musa as yang terdiri dari pemuda-pemuda dalam keadaan takut, bahwa Fir'aun dan pemuka-pemukanya akan menyiksa mereka. 

Maka pada waktu itu pula Nabi Musa as memerintahkan kepada kaumnya agar tidak takut dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah Swt., seraya berdoa dengan lafazh doa diatas. Bisa dilihat dalam Surah Yunus ayat 83-86.

Wallahua'lam bi shawab !

Rabu, 06 November 2013

Doa Agar Terlepas Dari Jeratan Hutang !

ilustrasi : Orang berdo'a
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri, pada suatu hari Rasulullah saw. hendak memasuki masjid. Ketika itu beliau mendapati seorang sahabat dari Anshar yang bernama Abu Umamah yang sedang duduk merenung di dalam masjid. Rasulullah saw. bersabda: “Ada apakah gerangan engkau duduk di dalam masjid ketika bukan waktu shalat?” Dia menjawab “Kegelisahan dan pikiran atas hutang yang selalu menyelimutiku wahai Rasul.” Beliau berkata “Maukah aku ajarkan perkataan yang apabila engkau ucapkan maka Allah Azza wa Jalla akan menghilangkan kegelisahanmu dan melunaskan hutang-hutangmu?” Ia menjawab “Iya ya Rasulullah” kemudian Rasul bersabda “Apabila kamu berada di pagi dan sore hari maka ucapkanlah :

اَللّٰهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزْنِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَتِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ  
Artinya :
“Ya Allah aku berlindung kepa-Mu dari  kegundahan dan kesedihan dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan bakhil dan aku berlindung kepada-Mu dari terlilit hutang dan pemaksaan dari orang lain.” (HR. Abu Dawud)
Dan Abu Umamah berkata : “Kemudian aku melaksanakannya dan ternyata Allah Azza wa Jalla menghilangkan kegundahanku dan melunaskan hutang-hutangku.” (HR. Abu Dawud)

Mudah-mudahan bermanfaat bagi saudara !

Dipublikasikan Oleh : MutiaraPublic

Do'a (Nabi Nuh as) Agar Diberi Kedudukan Yang Mulia ?


ilustrasi

Do’a ini baik dibaca bagi setiap orang yang menginginkan kedudukan (pangkat, jabatan, atau kedudukan). Karena do’a tersebut adalah do’anya Nabi Nuh as. ketika berada di atas perahu. 

Ia memohon kepada Allah SWT. agar diberi kedudukan yang lebih mulia daripada kedudukan sebelumnya. Kemudian Allah SWT. mengabulkan do’anya, dan menjadikannya umat yang taat kepada Tuhannya.


رَّبِّ أَنْزِلْنِيْ مُنْزَلًا مُّبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِيْنَ
Artinya :
“Ya Allah, tempatkan aku di tempat yang berkah, dan Engkau adalah sebaik‐baik pemberi  tempat.” (QS. Al‐Mu’minûn/23: 29)

Dipublikasikan Oleh : MutiaraPublic

Rabu, 30 Oktober 2013

Mohon Ampun Aku Ya Allah.....!


Ya Allah…
Telah banyak perkara mungkar yang telah Aku lakukan.
Gelap hati ini dibuatnya. Berat diri ini saat beribadah kepada-Mu. 
Aku terus memaksa diri menunaikan perintah-Mu. Namun, sedikit pun kesan keimanan tidak menyinari kegelapan hatiku. 
Saat Aku jauh dari perintah-Mu. Maka, semakin rutin kemungkaran yang Aku lakukan kepada-Mu. 
Ya Allah…
Taubat sering saja Aku tunaikan setelah kemaksiatan itu. Namun, nafsu syahwat terus saja melekat pada hati ini agar terus melakukan larangan-Mu. Andai saja ini berlaku ke atas diriku, Aku sanggup terbang jauh daripada pandangan yang mengenaliku. Aku mahu memulakan lembaran baru di dunia sana saat penghuninya tidak mengenaliku.
Tapi, semua ini melibatkan sahabatku. Tak mungkin Aku pergi jauh saat sahabatku menderita menanggung ujian ini sendirian. Biarlah kisah hitam itu terkubur dengan sendirinya. Namun, persahabatan ini tetap akan diteruskan dan dipelihara dengan benih keimanan dan ketakwaan kepada-Mu.
Ya Allah…
Ampunillah dosaku dan dosa sahabat sejatiku.
Kami terlalu banyak melakukan kemaksiatan kepada-Mu.
Kami ingin bertaubat Ya Allah…
Jangan sampai persahabatan ini membawa kami ke neraka-Mu. Kami ingin syurga-Mu Ya Allah…
Berkatilah persahabatan kami. 
Jadikanlah persahabatan ini sebagai ladang yang membuahkan nilai keimanan dan ketakwaan kepada-Mu.
Kami sebagai hamba-Mu ini merindukan detik manisnya beribadah dan beramal soleh kepada-Mu.
Kami merindukan tangisan kami saat khusyuk beribadah kepada-Mu.
Ya Allah…
Turunkanlah rahmat-Mu dan cahaya-Mu yang akan menyinari kegelapan hati kami.
Kami ingin kembali kepada-Mu. Kami ingin berbakti dan berjuang di jalan-Mu kerana itu semestinya tanggungjawab kami yang telah dilalui oleh kekasih-Mu yakni Rasulullah SAW.
Kuatkanlah hati kami agar terus sabar mengharungi bahterah ujian-Mu. 
Kami mencintai-Mu.
Kami juga saling mencintai-Mu kerana-Mu.
Peliharalah diri kami daripada jalan-jalan yang menyesatkan. Bimbinglah kami mengharungi jalan-Mu agar kami istiqamah mencintai-Mu dan saling mencintai kerana-Mu. 
Kekalkanlah persahabatan kami sehingga ke jannah-Mu. Itulah harapan kami Ya Allah…


Amin Ya Robbal'alamin...!



Oleh : Hadi Muslim
Dipublikasikan Oleh : MutiaraPublic

Selasa, 29 Oktober 2013

Do'a Sepanjang Masa !

“Ya Allah, sunggu aku mohon kepada-Mu karena sesusngguhnya bagi-Mu segala puji, tidak ada Tuhan kecuali Engkau Yang Maha Pemberi, Pencipta langit dan bumi, pemilik keagungan dan kemuliaan, wahai Dzat Yang Maha Hidup dan selalu mengurus makhluk-Nya.”
“Ya Allah, aku mohon kepadaMu dengan bersaksi bahwa Engkau adalah Allah yang tidak ada Tuhan kecuali Engkau, Yang Maha Esa, yang padaNya bergantung segala sesuatu, tidak beranak, dan tidak diperanakkkan, dan tidak ada sesuatupun yang setara dengan-Nya.”
“Ya Allah, sungguh aku mohon kepadaMu karena sesungguhnya Engkau Tunggal, Maha Esa yang padaNYA bergantung segala sesuatu. Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatupun yang setara denganNya,ampunilah dosa-dosaku sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Penyayang.”
“Ya Tuhan Kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah.Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya, beri ma’aflah kami, ampunilah kami, dan rahmatikah kami. Engkau penolong kami , maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka.”
“Ya Tuhan kami, Kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti Rasul, karena itu masukkanlah kami kedalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan ALLAH)”
“Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu) :”Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kamipun beriman.Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami.dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.Ya Tuhan kami, berikanlah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan Rasul-Rasul Engkau dan janganlah Engkau hinakan kami dihari kiamat.Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.”

(Disadur Dari : Buku The Power of Ramadhan /Dr. Amir Faishol Fath)u
Redaktur : Zainul Hakim
Dipublikasikan Kembali Oleh : MutiaraPublic

Senin, 28 Oktober 2013

Doa Meminta Ketakwaan dan Sifat Qonaah ?

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.

Setelah sebelumnya kami kemukakan tentang keunggulan doa yang ringkas, namun syarat makna. Begitu pula kami telah kemukakan mengenai keutamaan doa sapu jagad yang paling sering Nabi shallallahu alaihi wa sallam panjatkan (yaitu doa: Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina adzaban naar), selanjutnya kita lihat beberapa doa lainnya yang diangkat oleh Imam An Nawawi (Yahya bin Syarf An Nawawi) dalam kitab beliau Riyadhus Shalihin. Kami pun akan mengutarakan faedah doa tersebut. Semoga bermanfaat.

Doa Meminta Ketakwaan dan Sifat Qonaah

اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
"Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal afaf wal ghina." 

Artinya: Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat afaf dan ghina.

Dari Ibnu Masud radhiyallahu anhu, beliau berkata,

أنَّ النبيَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يقول : اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
"Nabi shallallahu alaihi wa sallam biasa membaca doa: "Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal afaf wal ghina"." (HR. Muslim no. 2721)

Faedah Hadits:
Pertama: Yang dimaksud dengan "al huda" adalah petunjuk dalam ilmu dan amal. Yang dimaksud "al afaf" adalah dijauhkan dari yang tidak halal dan menahan diri darinya. Yang dimaksud "al ghina" adalah kaya hati, yaitu hati yang selalu merasa cukup dan tidak butuh pada harta yang ada di tangan orang lain.

An Nawawi -rahimahullah- mengatakan, " Afaf dan iffah bermakna menjauhkan dan menahan diri dari hal yang tidak diperbolehkan. Sedangkan al ghina adalah hati yang selalu merasa cukup dan tidak butuh pada apa yang ada di sisi manusia." (Syarh Muslim, 17/41)

Kedua: Keutamaan meminta petunjuk ilmu sekaligus amal karena yang dimaksud al huda adalah petunjuk dalam ilmu dan amal.

Ketiga: Keutamaan meminta ketakwaan. Yang dimaksud takwa adalah menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah. Takwa diambil dari kata "wiqoyah" yang maknanya melindungi, yaitu maksudnya seseorang bisa mendapatkan perlindungan dari siksa neraka hanya dengan menjalankan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan.

Keempat: Keutamaan meminta sifat afaf atau iffah yaitu agar dijauhkan dari hal-hal yang diharamkan semacam zina. Berarti doa ini mencakup meminta dijauhkan dari pandangan yang haram, dari bersentuhan yang haram, dari zina dengan kemaluan dan segala bentuk zina lainnya. Karena yang namanya zina adalah termasuk perbuatan keji.

Kelima: Keutamaan meminta pada Allah sifat al ghina yaitu dicukupkan oleh Allah dari apa yang ada di sisi manusia dengan selalu qonaah, selalu merasa cukup ketika Allah memberinya harta sedikit atau pun banyak. Karena ingatlah bahwa kekayaan hakiki adalah hati yang selalu merasa cukup. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
"Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup." (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051)
Keenam: Dianjurkannya merutinkan membaca doa ini.

Semoga bermanfaat...!

=================================================================================================================================
Referensi:
  • Al Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al Hajjaj, Yahya bin Syarf An Nawawi, Dar Ihya At Turots, cetakan kedua, 1392
  • Bahjatun Naazhirin Syarh Riyadhish Sholihin, Salim bin Ied Al Hilali, cetakan Dar Ibnul Jauzi, jilid I dan II, cetakan pertama, tahun 1430 H.
  • Syarh Riyadhish Sholihin, Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin, Darul Kutub Al Ilmiyyah, jilid IV, cetakan ketiga, tahun 1424 H
  • Diselesaikan sore hari, 1 Jumadil Awwal 1431 H (15/04/2010) di Pangukan-Sleman


Dipublikasikan Oleh : MutiaraPublic

Jumat, 25 Oktober 2013

Doa Nabi Yunus : Saat Mendapat Kesulitan ?!


Berdo'alah 
"Tidak Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau (Ya Allah), Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim." (QS. Al-Anbiya': 87)
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga, para sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.

Doa di atas adalah doa Nabi Yunus bin Matta 'Alaihis Salam. Beliau diutus oleh Allah kepada penduduk Ninawa, yaitu satu daerah di negeri Mousul-Iraq. 

Beliau menyeru meraka kepada Allah. Tapi mereka menolak seruannya dan tetap berada di atas kekufurannya. Maka beliau pergi meninggalkan mereka dengan perasaan jengkel dan marah. 

Beliau mengancam mereka dengan adzab dari Allah setelah tiga hari. ketika telah terbukti ancaman beliau dan mereka ditimpa bencana, maka mereka baru sadar bahwa Yunus adalah Nabi yang tidak berdusta. Lalu mereka pergi ke padang pasir dengan membawa anak-anak, hewan ternak, dan unta mereka. 

Mereka memisahkan antara induk dan anak-anaknya. Kemudian mereka berdoa dan memohon keselamatan kepada Allah 'Azza wa Jalla . Unta-unta dan sapi-sapi beserta anak-anaknya bersuara, begitu juga kambing dan anak-anaknya mengembik. Lalu Allah mengangkat adzab dari mereka. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

فَلَوْلا كَانَتْ قَرْيَةٌ آمَنَتْ فَنَفَعَهَا إِيمَانُهَا إِلا قَوْمَ يُونُسَ لَمَّا آمَنُوا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِينٍ
"Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu." (QS. Yunus: 98)
Sementara saat itu Nabi Yunus sudah pergi. Beliau menaiki perahu bersama kaumnya. Perahu itu tertimpa gelombang besar. Mereka takut akan tenggelam. Lalu mereka mengadakan undian, siapa di antara mereka yang harus dilemparkan ke laut untuk meringankan beban perahu. 

Jatuhlah undian itu kepada Yunus. Mereka menolak untuk melemparkannya. Lalu mereka mengulangi undian, kembali jatuh kepada Yunus. Lagi-lagi mereka enggan melaksanakan keputusan. Kemudian undian dilakukan lagi, dan tetap ia jatuh atas Yunus. 

Kemudian Nabi Yunus melepas bajunya dan melemparkan dirinya ke laut. Saat itu juga muncul seekor ikan paus yang membelah lautan, langsung menelan Yunus. Allah mengilhamkan kepada paus tersebut, "janganlah engkau makan dagingnya dan hancurkan tulangnya, karena Yunus bukan rizki bagimu, sesungguhnya perutmu menjadi penjara baginya."

Saat berada dalam kesulitan yang sangat dan berada dalam tiga kegelapan (gelapnya dalam perut ikan, di dasar lautan, dan di tengah gelapnya malam), Nabi Yunus bertasbih dan berdoa kepada Allah dengan doa di atas sehingga Allah menyelamatkannya dan mengembalikannya kepada kaumnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ
"Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (QS. Al-Anbiya': 87-88).
Keagungan Doa

Saat nabi Yunus melihat dirinya berada dalam bala' dan ujian dari Rabb-nya, Alah menjadikannya dalam perut ikan, maka ia berdoa dalam 3 kegelapan - gelapnya malam,  gelapnya lautan dan dalam perut ikan- kepada Allah yang melihat dan mendengar segala sesuatu. 

Ia sadar bahwa kesulitannya tersebut akibat dari kesalahan dan dosanya. Ia sadar juga bahwa Allah-lah yang menurunkan kesulitant ersebut. Ia juga yakin akan keagungan Allah dan kuasa-Nya untuk mengampuni dosa dan mengabulkan doanya. Hanya Dia semata yang bisa menghindarkan dirinya dari kesulitan tersebut,

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ
"Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi?  Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya)." (QS. Al-Naml: 62)
Susunan kalimat di atas mengandung dua pengakuan besar. Pertama, pengakuan terhadap uluhiyah dan keesaan Allah Ta'ala. Kedua, pengakuan akan dosa dan salah.

Bagian pertama, menunjukkan kesempurnaan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan tidak boleh mendurhakai-Nya. Sedangkan bagian kedua, menunjukkan kuatnya iman dan keharusan mewujudkan ubudiyah dengan benar, sehingga saat tidak bisa mewujudkannya maka ia mengakui dosa dan kesalahannya. Oleh karena itu ia segera kembali kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dengan kembali kepada ketaatan.

Kedua pengakuan ini adalah wasilah (sarana) besar untuk dikabulkannya permohonan. Sehingga sesudah Nabi Yunus memunajatkan doa ini kepada Allah, segera pertolongan Allah datang kepadanya. Kesulitan dan bala' yang menimpanya berganti dengan kemudahan dan kemuliaan.

Dr.  Sya'ban Ismail –guru besar Ilmu Qira'at di Universitas Ummul Qura, Makkah al-Mukarramah berkata, "Di antara doa-doa Al-Qur'an al-Karim yang menghilangkan kegundahan dan musibah adalah firman Allah Ta'ala,

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ
"Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (QS. Al-Anbiya': 87-88)." Wallahu Ta'ala A'lam.

Oleh: Badrul Tamam, voa-islam.com
Dipublikasikan kembali oleh : Mutiara Public

 [

Do'a Rasulullah SAW : Berlindung Dari Keburukan Godaan Kekayaan dan Kemiskinan.

Salah satu cobaan hidup yang sering Allah turunkan kepada orang-orang beriman adalah kemiskinan dan kekurangan harta. Banyak ulama, juru dakwah dan orang-orang shalih yang hidupnya kekurangan, sehingga sekedar untuk memenuhi kebutuhan pokoknya saja mereka menemui kesulitan. 

Banyak di antara ulama, juru dakwah dan orang-orang shalih tersebut kemudian memilih cara-cara pintas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka menerjuni jalur-jalur rizki yang mengandung banyak syubhat, kesamaran dan percampur bauran antara rizki yang halal dan rizki yang haram. 

Sebagian mereka bahkan berani bertindak lebih jauh dan mencari rizki dengan cara yang jelas-jelas haram, misalnya riba, suap, dan korupsi. Harta merupakan salah satu bentuk fitnah, yaitu ujian dan godaan yang sangat dikhawatirkan bisa menjerumuskan orang-orang beriman ke dalam kemaksiatan dan hal yang haram. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang shahih, :
“Dari Ka’ab bin Iyadh radhiyallahu ‘anhu berkata: Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Setiap umat memiliki godaan yang menjerumuskan tersendiri dan godaan yang menjerumuskan umatku adalah godaan harta kekayaan.” (HR. Tirmidzi no. 2336, An-Nasai dalam AS-Sunan Al-Kubra no. 11795, Ahmad no. 17471, Al-Hakim no. 7896 dan Ibnu Hibban no. 3223. Hadits shahih) 
Mencari rizki dengan cara yang haram tentu merupakan perbuatan dosa. Jika pelakunya adalah orang awam dan orang biasa, dampaknya tidaklah terlalu luas. Namun jika pelakunya adalah ulama, juru dakwah atau tokoh masyarakat, maka dampaknya akan sangat luas. Tidak saja mencoreng pribadi pelakunya, tindakan itu juga akan melunturkan kepercayaan masyarakat kepada dakwah Islam. 

Masyarakat akan kehilangan figur tokoh agama dan masyarakat yang bisa dijadikan teladan dalam kehidupan nyata. Oleh sebab itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam mengajarkan kepada umatnya untuk biasa berlindung dari keburukan godaan kekayaan dan kemiskinan. 

Kekayaan dan kemiskinan adalah ujian yang harus dihadapi dengan keimanan dan kesabaran. Ada orang yang jatuh karena ujian kemiskinan, sebagaimana ada orang yang jatu karena ujian kekayaan. Dari Aisiyah radhiyallahu ‘anha berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam biasa membaca doa :

 عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَفِتْنَةِ القَبْرِ وَعَذَابِ القَبْرِ، وَشَرِّ فِتْنَةِ الغِنَى وَشَرِّ فِتْنَةِ الفَقْرِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ قَلْبِي بِمَاءِ الثَّلْجِ وَالبَرَدِ، وَنَقِّ قَلْبِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَبَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الكَسَلِ، وَالمَأْثَمِ وَالمَغْرَمِ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah neraka dan siksaan neraka; dari fitnah kubur dan siksaan kubur; keburukan fitnah kekayaan dan keburukan fitnah kemiskinan. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebutkan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal. Ya Allah, basuhlah hatiku dengan es dan embun…bersihkanlah hatiku dari dosa-dosa sebagaimana Engkau membersihkan kain putih dari kotoran…jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan, perbuatan dosa dan jeratan hutang.” (HR. Bukhari no. 6377 dan Muslim no. 589)
Kekayaan bisa membuat orang kaya tak bersyukur, sehingga ia menghambur-hamburkan hartanya untuk hidup mewah, kikir, rakus, tidak peduli kepada penderitaan sesama, tidak mengeluarkan zakat dan hak-hak orang lain dalam hartanya. Adapun kemiskinan bisa membuat orang tak sabar, sehingga ia mengeluh, mendengki, dan melakukan perbuatan haram atau dosa guna mengejar harta. Semoga Allah melindungi kita dari keburukan godaan kemiskinan dan kekayaan. 

Wallahu a’lam bish-shawab...!

Redaktur : Zainul Hakim
Disadur dari berbagai sumber
Dipublikasikan Kembali Oleh : Mutiara Public


Kamis, 24 Oktober 2013

Doa 4 Sahabat ?

Ketika tawaf, kita saksikan jamaah berebut mencium Hajar Aswad, bahkan hingga terluka atau tidak sengaja melukai orang lain. Ikhtiar itu tidak keliru. Sebab, Rasulullah juga mencium batu hitam tersebut tatkala mengawali memutari Ka’bah. 

Di samping itu juga ada informasi yang sahih bahwa multazam yang berada di antara Ka’bah dan pintu Ka’bah merupakan tempat mustajab untuk berdoa.

Kita jarang mendapati jamaah berebut memegang Rukun Yamani. Padahal, tempat itu juga salah satu tempat mustajab. Informasi ini terdapat dalam kitab Ahbar Makah lil al-Fakihi dan kitab Majabu ad-Dakwah.

Disebutkan bahwa Abdullah bin Umar, Abdullah bin Zubair, Mus’ab bin Zubair, dan Abdul Malik bin Marwan tengah berbincang di seputar Ka’bah.

Seseorang di antara mereka berkata, “Hendaklah kalian berdiri dan memegang Rukun Yamani dan berdoa kepada Allah atas keinginannya.Sebab, Allah akan mengabulkan berkat keluasan-Nya. Berdirilah, wahai Abdullah bin Zubair. Sebab, engkau adalah orang yang pertama dilahirkan setelah hijrah.”

Lalu, Abdullah bin Zubair berdiri memegang Rukun Yamani dan berdoa :
“Ya Allah, Engkau Mahaagung. Aku mohon dengan kehormatan wajah-Mu dan kehormatan Arsy-Mu serta kehormatan rumah-Mu. Janganlah engkau matikan aku sebelum aku menjadi penguasa negeri Hijaz.” Lalu, ia duduk.
Kemudian, Mus’ab bin Zubair ganti berdiri dan memegang Rukun Yamani lantas berdoa, :
“Ya Allah, Tuhan segala sesuatu. Kepada-Mulah segala sesuatu berakhir. Aku mohon kepada-Mu dengan kuasa-Mu atas segala sesuatu, janganlah Engkau matikan aku sebelum aku menjadi penguasa Irak dan menikah dengan Sukinah binti Husein.” Lalu, ia duduk.
Kemudian, berdirilah Abdul Malik bin Marwan seraya memegang Rukun Yamani dan berdoa, 
“ Ya Allah, Tuhan tujuh langit dan Tuhan bumi dengan segala tumbuhan yang ada. Aku mohon dengan hamba-hamba-Mu yang taat dan aku mohon dengan kehormatan wajah-Mu, dan aku mohon dengan segala makhluk-Mu, serta dengan semua orang yang sedang tawaf. Aku mohon kepada-Mu, janganlah engkau matikan aku sehingga Engkau anugerahkan aku kekuasaan bumi timur dan barat, dan tidak ada orang yang mengudetaku sehingga ia aku penggal lehernya.” Lalu, ia duduk.
Setelah itu, berdirilah Abdullah bin Umar seraya memegang Rukun Yamani dan berdoa, 
“Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, aku mohon kepadamu dengan rahmat-Mu yang mendahului murkamu dan aku mohon kepadamu dengan takdir-Mu atas semua makhluk-Mu… janganlah engkau matikan aku sehingga Engkau menunjukkan aku sebagai ahli surga.” 
Berkata as-Sya’bi, yang melihat peristiwa itu, “Selama hidup aku menyaksikan keempat orang tersebut mendapatkan apa yang mereka minta. Dan, Abdullah bin Umar diberi kabar gembira sebagai ahli surga.”

Para sahabat adalah generasi Muslim terbaik sebab mereka mendapat pengajaran Islam langsung dari Rasulullah. Mereka berdoa dengan permintaan yang sangat tinggi dan Allah telah mengabulkannya. 

Untuk itu, rasanya para jamaah haji perlu meniru “kesuksesan” mereka dalam berdoa dengan memegangi Rukun Yamani. Langkah ini selain untuk memecah konsentrasi jamaah di Hajar Aswad, juga untuk membuktikan bahwa Rukun Yamani ternyata juga merupakan tempat mustajab. 

Wallahu’alam...!


Oleh ; Muh Nursalim
Dipublikasika Oleh : ROL
Dipublikasika Kembali Oleh : Mutiara Public.

Selasa, 22 Oktober 2013

Meminta Semua Kebaikan & Berlindung Dari Semua Keburukan (Do'a Sapu Jagat) !

Berdo'a

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ وَعَلَيْكَ الْبَلَاغُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّه

“Ya Allah, sesungguhnyakami memohon kepada-Mu sebaik-baik apa yang pernah diminta oleh nab-Mu Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, dan kami berlindung kepadaMu dari marabahaya yang Nabi-Mu Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah berlindung kepada-Mu darinya, Engkaulah tempat meminta pertolongan dan Engkau pula yang menyampaikan, tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Mu.”
Sumber Do'a

Dari Abu Umamah Radhiyallahu 'Anhu berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam berdoa sangat panjang sehingga kami tidak bisa menghafalnya. Kami berkata: "Wahai Rasulullah, engkau berdoa sangat panjang hingga kami tidak bisa menghafalnya sedikitpun. Lalu Nabi bersabda: maukah kalian aku ajari doa yang bisa mencakup semua itu? yaitu kalian membaca: . . . (doa di atas,-ter).” (HR. al-Tirmidzi & beliau menyatakan hadits ini Hasan)

Syaikh Al-Albani Rahimahullah mendhaifkan hadits ini karena kacaunya hafalan Laits bin abi Salim. Kesimpulan ini beliau tuturkan dalam Dhaif al-Tirmidzi, no. 3521, Silsilah Dhaifah, no. 3356, dan Dhaif Al-Jami’ no. 2165)

Hanya saja sebagian isi hadits ini telah disebutkan dalam hadits lain yang lebih panjang dan shahih. Dari ‘Aisyah Radhiyallahu 'Anha menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah mengajarkan kepadanya doa ini:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا

“Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kebaikan seluruhnya yang disegerakan (di dunia) maupun yang ditangguhkan (di akhirat), yang kuketahui maupun yang tidak kuketahui. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan seluruhnya yang disegerakan (di dunia) maupun yang ditangguhkan (di akhirat), yang kuketahui maupun yang tidak kuketahui. Ya Allah, Aku meminta kepada-Mu kebaikan yang diminta oleh hamba & Nabi-Mu (Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam) kepada-Mu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang hamba dan Nabi-Mu berlindung kepada-Mu darinya. Ya Allah, aku meminta kepada-Mu surga dan apa saja yang mendekatkan kepadanya; baik berupa ucapan maupun perbuatan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan apa saja yang mendekatkan kepadanya; baik berupa ucapan maupun perbuatan. Dan aku memohon kepada-Mu agar menjadikan setiap ketetapan (takdir) yang Engkau tetapkan untukku sebagai (takdir) kebaikan.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan selainnya; dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’, no. 1276)
Apa Doa Ini Baik Untuk Dibaca?

Dari sisi sanad, sebagian ulama ada yang mendhaifkan. Namun sebagian yang lain menghasankannya. Terlebih terdapat doa lain yang semakna atau menguatkan maknanya sehingga doa ini baik sekali diamalkan dan dimohonkan isinya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Jika-pun dhaif, bukan berarti setiap doa yang datang dengan riwayat dhaif tidak boleh diamalkan. Karena saat satu doa berisi kebaikan, tidak menyimpang, dan maknanya shahih maka dibolehkan berdoa dengannya secara umum; walau ia datang dengan riwayat lemah. Bahkan tetap boleh dibaca walau tanpa ada riwayat atau atsar yang menyebutkannya. Ini selama tidak ditentukan waktu & kaifiyahnya secara khusus dan tidak disertai keyakinan dengan keutamaan-keutamaannya yang istimewa.

Kandungan Doa

Doa ini mengandung keberkahan yang besar karena diajarkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam kepada salah seorang sahabatnya. Penuh manfaat dan mencakup kebaikan yang tak terkira. Sebabnya, karena doa ini tidak meninggalkan sedikitpun dari kebaikan di dunia dan akhirat yang pernah diminta Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Doa ini juga tidak meninggalkan satupun keburukan di dunia dan akhirat agar dijauhkan dari dirinya –dimana- Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah berlindung darinya.

Sedangkan siapa yang meminta kebaikan-kebaikan yang pernah diminta oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, sungguh ia telah meminta kebaikan secara keseluruhan dengan berbagai bentuk dan macamnya; baik yang diketahui maupun tidak.

Sebagaimana juga, siapa yang berlindung dari perkara yang Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berlindung kepada Allah darinya maka sungguh ia telah berlindung dari keburukan secara keseluruhan dengan berbagai bentuk dan macamnya; baik yang diketahui atau tidak oleh dirinya. Maka doa ini termasuk Jawami’ Kalim (perkataan ringkas yang cakupan maknanya luas).

Doa ini ditutup dengan menyebut sifat Allah (al-Musta’an: yang dimintai pertolongan), maknanya: aku minta pertolongan untuk diriku dalam urusan agama, dunia, dan akhiratku hanya kepada-Mu semata. Sesungguhnya Engkau, Ya Allah yang bisa menolong semua kepentinganku ini dan mengabulkan doaku. WallahuA’lam...


Sumber : [PurWD/voa-islam.com]
Dipublikasikan Kembali Oleh : Mutiara Public

Do'a Penghapus Dosa Terbesar ?


أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Asataghfirullaah Laa Ilaaha Illaa HuwalHayyal Qayyuma wa Atuubu Ilaihi
“Aku mohon ampun dan bertaubat kepada Allah yang tiada tuhan (berhak disembah) kecuali hanya Dia, Dzat Maha hidup kekal dan berdiri sendiri”

Sumber Doa

Dari Zaid bin Haritsah –maula Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam- berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ قَالَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ غُفِرَ لَهُ وَإِنْ كَانَ قَدْ فَرَّ مِنْ الزَّحْفِ

“Siapa yang membaca Asataghfirullaah Laa Ilaaha Illaa HuwalHayyal Qayyuma wa Atuubu Ilaihi maka akan diampuni dosanya walaupun ia pernah lari dari medan perang.” (HR. Abu Dawud, Al-Tirmidzi, al-Thabrani, Al-Hakim dan Ibnu Abi Syaibah. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani Rahimahullah di Shahih Abi Dawud dan Shahih al-Tirmidzi)
Terdapat tambahan dalam sebagian riwayat –seperti dalam Sunan Al-Tirmidzi & al-Hakim-, “Astaghfirullah Al-‘Adzim”.

Tempat Khusus Membacanya?

Telah datang beberapa riwayat yang menerangkan tempat khusus untuk membaca doa istighfar ini, seperti sesudah shalat, bangun tidur, dan di pagi hari Jum’at.  Namun tak satupun dari keterangan-keterangan tersebut yang shahih sehingga tidak bisa diamalkan dengan kekhususannya tersebut.

Ada hadits yang berstatus maqbul –sebagian ulama menghasankannya dan sebagian lain menshahihkannya- menyebutkan istighfar tersebut tanpa mengaitkannya dengan waktu-waktu tertentu. Bisa dibaca pada waktu yang bebas tanpa mengkhususkannya dengan waktu dan tempat.

Al-Hakim mengeluarkannya dalam Mustadraknya dari hadits Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ قَالَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ ثَلَاثًا غُفِرَتْ ذُنُوْبُهُ وَإِنْ كَانَ قَدْ فَارًّا مِنْ الزَّحْفِ

“Siapa yang membaca Asataghfirullaah Alladzii Laa Ilaaha Illaa HuwalHayyal Qayyuma wa Atuubu Ilaihi maka diampuni dosa-dosanya walaupun ia pernah lari dari medan perang.” (HR. Al-Hakim, beliau berkata: “ini adalah hadits shahih sesuai syarat Muslim namun Al-Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya.” Hadits ini juga dikeluarkan oleh Al-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir, no. 8541. Abu Nu’aim meriwayatkan yang serupa dalam Akhbar Ashbahan dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu)
Keutamaannya

Doa ini mengandung istighfar (permohonan ampunan) yang sangat agung dan memakai wasilah (sarana) yang sangat mulia dengan menyebut nama-nama Allah yang Maha Indah –Allah, Al-Adzim, Al-Hayyu, dan Al-Qayyum-, ikrar akan uluhiyah Allah dan tekad bertaubat saat itu juga.

Astaghfirullah memiliki makna meminta ampunan kepada Allah, memohon agar Allah menutupi dosa-dosanya, dan tidak menghukumnya atas dosa-dosa tersebut.

Disebut kalimat tauhid setelah kalimat “Aku meminta ampun kepada Allah” memberikan makna bahwa hamba tersebut mengakui kewajibannya untuk ibadah kepada Allah semata yang itu menjadi hak Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ini menuntut agar orang yang beristighfar untuk membuktikan ubudiyahnya kepada Allah dengan mengerjakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Al-Hayyul Qayyum: dua nama Allah yang agung ini disebut sesudahnya memiliki kaitan dengan permintaan ampunan karena semua nama Allah dan sifat-Nya yang Maha tinggi yang Dzatiyah dan Fi’liyah kembali kepada keduanya. Sifat Dzatiyah merujuk kepada nama Al-Hayyu (Maha hidup kekal). Sedangkan sifat fi’liyah kembali kepada nama Al-Qayyum (Tegak berdiri sendiri dan mengurusi semua makhluk-Nya)

Ditutup doa tersebut dengan Waatubu Ilaihi (Aku bertaubat kepada-Nya) mengandung keinginan kuat dari hamba untuk bertaubat (kembali) kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala. Karenanya jika hamba mengucapkan kalimat ini hendaknya ia jujur dalam melafadzkannya pada dzahir & batinnya. Jika ia dusta, dikhawatirkan ia tertimpa kemurkaan Allah. (Lihat al-Fuuthaat al-Rabbaniyah: 3/701)

Allah siapkan balasan terbaik untuknya, yakni ampunan untuknya sehingga dihapuskan dosa-dosanya, ditutupi aib-aibnya, dilapangkan rizkinya, dijaga fisiknya, dipelihara hartanya, mendapat kucuran barakah, semakin meningkat kualitas agamanya, menjapatkan jaminan keamanan di dunia dan akhirat, dan mendapat keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Dosa yang akan diampuni dengan doa istighfar ini bukan hanya dosa-dosa kecil, tapi juga dosa besar. Bahkan dosa yang terkategori min akbaril dzunub (dosa paling besar), yaitu lari dari medan perang, “. . .  walaupun ia pernah lari dari medan perang.”

Lari dari medan perang adalah lari meninggalkan medan jihad fi sabilillah saat berkecamuk peperangan melawan orang kafir. Ini menunjukkan bahwa melalui doa istighfar yang agung ini Allah akan mengampuni dosa-dosa terbesar yang tidak memiliki konsekuensi hukuman jiwa dan harta seperti lari dari medan perang dan dosa-dosa semisalnya. Jika hamba mengucapkan doa di atas dengan ikhlash, jujur, memahami makna-maknanya; niscaya ia akan mendapatkan kabar gembira maghfirah yang agung ini.

Penutup

Setiap diri kita dipenuhi dosa dan kesalahan; bisa berupa tidak menunaikan kesyukuran, tidak menunaikan perintahnya, tidak meninggalkan larangan-Nya, menyia-nyiakan kesempatan yang dibeirkan-Nya, lalai dari mengingat-Nya, dan sebagainya. Dosa-dosa tersebut akan membuat sesak dada, menghilangkan keberkahan hidup, mempersempit rizki, membuat berat menjalankan ketaatan, menjadi sebab datangnya berbagai kesulitan, dan di akhirat menjadi sebab kegelapan dan kesengsaraan. Karenanya setiap kita membutuhkan ampunan Allah setiap saat. Doa istighfar ini menjadi salah satu alternatif dan saranan meraih ampunan-Nya. Wallahu A’lam. 


Dari : Badrul Tamam (VoA-Islam)
Dipublikasikan Kembali Oleh : Mutiara Public

Sabtu, 19 Oktober 2013

DOA KETIKA TURUN HUJAN



Ketika melihat hujan turun, Nabi shalllahu ‘alaihi wasallam biasa membaca doa ini :

اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
Allahumma shoyyiban naafi’an.
“Ya Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang membawa manfaat.”(H.R. Bukhari).

Turunnya Hujan, Salah Satu Waktu Terkabulnya Do’a
Ibnu Qudamah dalam Al Mughni, 4/342 mengatakan, “Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan: [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.” (Dikeluarkan oleh Imam Syafi’i dalam Al Umm dan Al Baihaqi dalam Al Ma’rifah dari Makhul secara mursal. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani).

*Semoga kita bisa mengambil pelajaran & mengamalkannya* Aamiin.


Redaktur : Zainul Hakim


Kamis, 17 Oktober 2013

Do'a Rasulullah Agar Diberikan Kesembuhan Dari Penyakit ?

Patut kita akui bahwa kita sering kali lupa berdo'a, bahkan presepsi kita bahwa do’a dapat  menjadi upaya dan usaha kita yang terakhir dalam rangka mendapatkan kesembuhan dari Allah SWT., kita hanya bergantung pada tenaga medis dan para ahli traditional yang sangat dibutuhkan disaat kesulitan mengalami suatu penyakit, tapi setelah kita keluar banyak biaya dan bahkan terasa seperti berputus asa, barulah kita berupaya dengan berdo’a, sehingga do’a yang dipanjatkan sebagai jalan terakhir sebagai rasa keputus asaan dan keraguan mendapatkan kesembuhan, dan terucap “siapa tahu kalau kita berdo’a, do’a kita akan dikabulkan”

Pemikiran seperti diatas ini kurang baik dan tidak tepat. Subhanallah..., terkadang kita dengan penanganan manusia seperti medis kita optimis mendapatkan kesembuhan, namun pada kekuasaan Allah kita ragu, padahal penyakit yang ada pada tubuh kita akan sembuh atas ridho dan kuasa Allah SWT, dan Allah sematalah yang menyembuhan penyakit kita, kalau tiada ridho dan izin dari Allah SWT tidak mungkin mendapatkan kesembuhan, jadi ada baiknya apabila kita mendapatkan kesakitan dari suatu penyakit hendaknya dibarengi dengan berdoa mendapatkan kesembuhan dari Maha penyembuh penyakit, yaitu Allah SWT.  (Sebaiknya do'a adalah kunci utama dalam mencari keyakinan kesembuhan jiwa kita, dengan dibarengi ikhtiar yaitu berobat kepada dokter atau para akhli dibidangnya.)

Berikut do'a yang diajarkan Rasulullah SAW agar diberikan kesembuhan dari penyakit adalah :

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
“Ya Allah, Rabb seluruh manusia, sirnakanlah keluhan, sembuhkanlah dia, sedangkan Engkaulah Penyembuh, tiada kesembuhan melainan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tiada menyisakan penyakit”

Semoga sekarang kita tidak akan lupa akan do’a ini, dan senatiasa apabila ada rasa sakit di tubuh kita maka memanjatkan do’a yang dicontohkan rasulullah diatas sebagai prioritas utama dalam penyembuhannya. 

Do’a ini juga sering digunakan sebagai do’a seseorang yang menjenguk atau melihat orang yang sakit, dan juga doa yang sering dibacakan ketika melakukan ruqyah syar’iyyah.

Terima Kasih, mudah-mudahan keselamatan dan kesehatan kita selalu dilindungi oleh Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Amin...!



Redaktur : Zainul Hakim.


Jumat, 11 Oktober 2013

Maafkan....! (Dari HambaMu)


Rindu menyapa jiwa menghimbau segala kenangan…
Suka dan duka yang pernah bertandang…
Di sepanjang kehidupan yang aku lalui…
Ya Allah… air mata mata ini sekali lagi menitis…
Menghimbau noda yang telah aku cipta…
Keterlanjuran langkah yang telah aku atur…
Tutur kata yang terkadang mengiris rasa…
Kejengkelan tingkah yang mengundang murkaMu…
Aku khawatir ya Allah…
Kala saat aku tunduk kepadaMu…
Disaat ku rasakan aku berbuat kebajikan terhadMu…
Namun hakikatnya tiada apapun nilai disisiMu…
Melainkan telah aku undang murka dan kemarahanMu… 
Andai diri ini sukar untuk ditafsirkan…
Jika tingkah ini susah untuk difahamkan…
Sekiranya saying ini sukar untuk diterjemahkan…
Hanya engkau yang mengerti segalanya…
Biar duka bermain di dalam diri…
Biarkanlah duka ini ku  obat sendiri…
Biarkan langkah ini kuatur dengan kekuatan…
Yang aku bina dari kelemahan yang lalu…
Yang masih diberi pembelaan oleh Allah maha penyayang…
Meskipun langkah ini timpang…
Namun jauh disudut nurani…
Ingin kuberikan segala yang terbaik…
Dan yang sekedarnya mampu kuberikan, 
Hanya untukMu… Ya Allah…!



Redaktur : Zainul Hakim.
Disadur dari Mutiara Amaly (MA).


Do'a Supaya Diberikan Pasangan Hidup dan Anak Yang Sholih - Sholihat !

Ilustrasi, Keluarga Sakinah (Foto dari : blogspot.com)
Bagi seorang muslim, keluarga adalah pihak pertama yang paling berpengaruh dalam kehidupannya. Jika seorang muslim memiliki keluarga yang shalih, maka kehidupannya akan lebih mudah untuk diarahkan kepada keshalihan. Demikian pula apabila keluarganya ahli maksiat, maka kemungkinannya untuk terseret kepada kemaksiatan sangatlah besar.

Anak-anak yang shalih dan shalihat, serta istri yang shalihat dan suami yang shalih, adalah unsur-unsur yang biasa membentuk sebuah keluarga shalih. Terkadang ditambah dengan kehadiran mertua yang shalih dan shalihat, atau pembantu yang shalih dan shalihat. Membentuk keluarga yang shalih memerlukan kerja keras dan kerja sama semua anggota keluarga. Meskipun tanggung jawab terbesar tetap berada di pundak seorang ayah dan suami.

Dalam hal ini, Al-Qur’an telah mengajarkan beberapa doa yang mengarah kepada pembentukan keluarga yang shalih. Di antaranya adalah doa yang biasa dibaca oleh nabi Zakaria ‘alahis salam:

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

“Wahai Rabbku, karuniakanlah kepadaku dari sisi-Mu anak keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengarkan doa.” (QS. Ali Imran [3]: 38)

Juga doa yang biasa dibaca oleh ibadurrahman, hamba-hamba Ar-Rahman:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Wahai Rabb kami, karuniakanlah kepada kami dari pasangan-pasangan hidup kami dan anak keturunan kami penyejuk hati dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan [25]: 74)

Dan doa yang dibaca oleh nabi Ibrahim ‘alaihis salam:

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

“Wahai Rabbku, karuniakanlah kepadaku anak keturunan yang shalih.” (QS. Ash-Shaaffat [37]: 100) Wallahu a’lam bish-shawab.


Sumber : arrahmah.com

Rabu, 09 Oktober 2013

Menggait Jodoh Dengan Usaha Dan Do'a ?, Berikut Do'anya..!

Jodoh memang rahasia Allah. Agar mudah jodoh tentu harus dekat dengan Allah dengan usaha dan doa. Perbanyaklah teman, dengan teman yang banyak, informasi makin mudah didapat. Agar banyak teman caranya harus dengan banyak silaturahmi. Kalau sudah ada gambaran jangan buru-buru memutuskan.Pastikan calon tersebut harus sekufu’ (serasi ).  Wanita dikawini karena empat hal : karena hartanya ,karena keturunannya ,karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka hendakalah kamu memilih karena agamanya (keislamannya).sebab kalo tidak niscaya kamu akan celaka. Berikut ini adalah salah satu amalan do’a agar cepat mendapatkan jodoh:

Bacalah sebanyak 3x

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَحَبِيْبِنَا وَرَسُولِكَ الكَرِيْمِ وَبِأَلْفِ أَلْفٍ لاَحَولَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Setiap hari kelahiran puasa, malam setelah shalat isya membaca surat alam nasrah (al-Insyirah) 152 kali kemudian membaca doa di atas 3 kali. Bila kebetulan hari kelahiran jatuh pada hari Jumat, maka sambunglah dengan puasa sunnah hari Kamis. Sesungguhnya kemakruhan puasa pada hari Jumat itu otomatis hilang bila disambung dengan hari sebelumnya atau sesudahnya.

Atau membaca doa yang diijazahkan al Habib Muhammad al Baqier Ibn Shaleh Mauladawilah, yaitu membaca:

رَبِّ إِنِّى لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ

Dibaca seratus kali setiap hari tidak boleh putus setiap malam sebelum masuk waktu subuh/setelah menjalani shalat tahajud.

Atau membaca do’a yang diijasahkan oleh al-Habib Munzir al-Musawa, yaitu membaca:

رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
(Wahai Tuhan, sungguh aku sangat faqir atas pemberian anugerah Mu).

Doa ini adalah doa Nabi Musa as, kemudian Nabi Musa as didatangi calon istrinya dan sekaligus mendapat pekerjaan. Doa ini tercantum pada QS Al Qashash 24).

Semoga bermanfaat!

Disadur dari berbagai sumber.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Marilah Berdo'a Agar Diberi Keteguhan Iman ?

Ilustrasi : Berdo'a (Foto Oleh : mikaiel.com)
Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam mengajarkan kepada kami beberapa kalimat do'a untuk kami baca dalam shalat kami atau selesai shalat kami, yaitu:

اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ، وَأَسْأَلُكَ عَزِيمَةَ الرُّشْدِ، وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ، وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا، وَلِسَانًا صَادِقًا، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam perkara (keimanan), aku memohon kepada-Mu tekad bulat yang benar, aku memohon kepada-Mu rasa syukur atas nikmat-Mu dan ibadah dengan baik kepada-Mu, aku memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang jujur. Aku memohon ampunan-Mua atas (dosa-dosaku) yang Engkau pasti mengetahuinya, aku memohon kepada-Mu dari kebaikan yang Engkau pasti mengetahuinya dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau pasti mengetahuinya.” 
(HR. Ahmad no. 17133, Tirmidzi no.3407, An-Nasai no. 1304, Ibnu Hibban no. 935, Ath-Thabarani no. 7157 dan lain-lain. Syaikh Syu’aib al-Arnauth berkata: Hadits hasan dengan banyaknya sanadnya)

Dari : arrahmah.com

Jumat, 04 Oktober 2013

Ya Allah....

Ilustrasi : Berdo'a

Ya Allah,
Istiqamahkanlah hati dan langkah kami...
Ya Allah,
Berikan kekuatan kepada kami...
Ya Allah,
Hindari kami dari rasa malas dan berputus asa...
Ya Allah,
Yakinkan kami bahwa pulangnya kami bertemu dengan Mu...
Ya Allah,
Murahkanlah rezeki kami...
Ya Allah,
Permudahkanlah urusan kami...
Demi ridho dan ampunanMu semata...
Ya Allah,
Hidupkan kami dengan iman...
Matikan kami dengan iman...
Masukkanlah kami ke syurga dengan iman...
Keluarkan kami dari dunia ini dengan iman...
Ya Allah,
Ampuni kami...
Ya Allah,
Karuniakan kebaikan kepada kami...
Jauhkan kami dari kemurkaanMu dan keburukan dunia...
Ya Allah,
Ikatkan hati kami dengan rasa penuh cinta dan kasih karenaMu...
Kukuhkan ikatan Ukhuwwah kami...
Berkati kami, berkati kami Ya Allah...!


Redaktur : Zainul Hakim
Sumber : Mutiara Amaly
 
Copyright © 2014 MutiaraPublic Share on Blogger Template Free Download .