BREAKING NEWS
pasang
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 November 2013

Kebaikan Pendengki Akan Terkuras, Bagaimana Cara Mengatasi Dengki ?

Hasad atau iri-dengki merupakan satu dari sekian penyakit yang mematikan. Bagaimana tidak, penyakit tersebut, seperti diidentifikasikan oleh Ibnu Hajar, sebagaimana dinukilkan dari kitab Fath al-Bari, seseorang tidak ingin nikmat yang diimiliki orang lain itu bertahan lama. 

Bila perlu, segera hilang dari tangannnya. Bahkan, ganti berpindah ke pangkuan pelaku hasad tersebut. Apa dan bagaimana hal ihwal hasud? Topik ini dibahas oleh Mushthafa al-Adawi dalam karyanya yang berjudul, Fiqh al-Hasad. 

Sekalipun uraiannya tidak selengkap layaknya sebuah eknsiklopedi, tetapi besutan sosok yang akrab disapa Abu Abdullah itu cukup lengkap dengan bahasa yang renyah dan menyentuh semua lapisan masyarakat. Ini penting lantaran dengki menyerang siapa pun, tak peduli latar belakangnya. 

Syekh Musthafa mengemukakan, dengki bisa saja muncul akibat beberapa faktor. Pemicu yang paling banyak mendominasi adalah permusuhan dan kebencian, yang barangkali termanifestasikan dalam perilaku ataupun tidak.

Faktor ini juga mungkin timbul akibat perlakuan lalim terhadap si pelaku dengki. Sumpah serapah pun dengan mudah menyeruak, entah celaka, binasa hartanya, atau dampak tak mengenakkan lainnya. Kecintaan terhadap harta dan jabatan juga bisa mendorong dengki diri seseorang. 

Ambisi meraih itu semua terkadang membutakan nurani. Bahkan, tak jarang pula menempuh berbagai cara agar orang lain sulit mencapai pangkat tersebut.

Teguran agar menjauhi pemicu dengki ini pernah disebutkan dalam surah an-Nisaa' ayat 54. “Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.”

Rasa dengki juga bisa datang akibat berebut popularitas. Dan, ke semua faktor tersebut bermuara pada satu pangkal sebab, yakni lemahnya spiritualitas.  Frekuensi iri yang ada dalam diri seseorang terkadang melintas ruang dan waktu. Namun, kadarnya akan semakin akut bila jarak antarkedua belah tak jauh. 

Misal, sesama karyawan dalam satu perusahaan, antartetangga kompleks perumahan, atau teman bisnis. Bila dengki ini dibiarkan, ungkap Syekh Musthafa, bisa berakibat fatal. Pendengki sejatinya telah menafikan takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Setiap makhluk memiliki nasib dan rezeki yang berbeda-beda. 

Ketetapan tersebut, seperti penegasan hadis riwayat Muslim dari Amr bin al-Ash, telah ditentukan sebelum Allah SWT menciptakan langit dan bumi, sekitar 50 ribu tahun. Kedengkian yang berlarut-larut pula, perlahan tanpa disadari, akan mengikis kebaikan pendengki itu sendiri. Dan, para pendengki itu kelak akan mempertanggungjawabkan kelakuannya tersebut di akhirat. 

Efek negatif dengki tak terhenti pada sanksi di akhirat, juga akan dirasakan dampaknya di kehidupan dunia. Perasaan gundah gulana, khawatir, dan sakit hati akan selalu menghantui hari demi hari si pendengki. Dalam titik tertentu, terkadang ironsinya, ia malah mengharapkan petaka bagi dirinya sendiri. 

Dan, rasa dengki itu hanya akan menyebabkan yang bersangkutan terkucil dari lingkungannya. Karena itulah, rasa dengki dengan kriteria di atas sangat dikecam dalam agama. “Ini bukti keluhuran tuntunan Islam,” kata Syekh Musthafa.

Syekh Musthafa pun memaparkan beberapa solusi dan cara sederhana guna mengikis kedengkian dalam diri seseorang. Ingat, bertawakallah selalu. Karena, ungkap Ibnu al-Qayyim, hanya dengan bertawakallah seorang hamba dapat menampik tindakan lalim atau kebencian akan seseorang. Jika memosisikan Allah sebagai satu-satunya pelindung, sejauh itu pula penjagaan akan selalu ada. 
“Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.” (QS at-Thalaq [65]: 3).
Sebagai langkah antisipasi, jangan sesekali menceritakan apalagi sengaja memanas-manasi 'si pendengki' dengan kisah-kisah tentang nikmat dan anugerah yang Anda peroleh. 

Memang, ada anjuran untuk menceritakan nikmat, tetapi tak selamanya niat baik itu tepat sasaran. Inilah mengapa Nabi Ya'qub AS melarang putranya, Yusuf AS, mengisahkan mimpi yang dialami putra kesayangannya tersebut kepada segenap saudaranya. (QS Yusuf [12]: 5).

Larangan ini juga seperti ditegaskan dalam hadis Abu Qatadah riwayat Bukhari dan Muslim. Rasulullah SAW melarang menceritakan mimpi baik, kecuali kepada orang yang ia percayai.

Resep membendung rasa dengki selanjutnya, menukil dari pernyataan Ibn al-Qayyim, bersikap cuek dan berusaha membersihkan pikiran dari tingkah laku pendengki. 

Biarkan seperti angin lalu saja. Bahkan, akan sangat baik bila Anda membalas perlakuan buruk itu dengan tindakan baik. Memadamkan api kedengkian itu dengan balasan berupa perbuatan terpuji. “Tetapi, ini sangat sulit,” kata Ibn al-Qayyim.
Dan terakhir, selalu berlindunglah kepada Allah SWT hasutan orang-orang pendengki, entah mereka yang berada jauh dari Anda, ataupun yang dekat dengan Anda sekalipun. “Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki." (QS al-Falaq [113]: 2)

Oleh : Nashih Nashrullah
Disadur Dari : ROL
Dipublis OLeh : MutiaraPublic

Senin, 11 November 2013

Tips : 10 Hal Cara Mendapatkan Cinta Allah !

Wahai Saudaraku, sungguh setiap orang pasti ingin mendapatkan kecintaan Allah. Lalu bagaimanakah cara cara untuk mendapatkan kecintaan tersebut. Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan beberapa hal untuk mendapatkan maksud tadi dalam kitab beliau Madarijus Salikin. 
  • Pertama, membaca Al Qur’an dengan merenungi dan memahami maknanya. Hal ini bisa dilakukan sebagaimana seseorang memahami sebuah buku yaitu dia menghafal dan harus mendapat penjelasan terhadap isi buku tersebut. Ini semua dilakukan untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh si penulis buku. [Maka begitu pula yang dapat dilakukan terhadap Al Qur’an, pen] 
  • Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib.  Dengan inilah seseorang akan mencapai tingkat yang lebih mulia yaitu menjadi orang yang mendapatkan kecintaan Allah dan bukan hanya sekedar menjadi seorang pecinta. 
  • Ketiga, terus-menerus mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya. Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sekadar dengan keadaan dzikir kepada-Nya. 
  • Keempat, lebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya. Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan. 
  • Kelima, merenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah. Oleh karena itu, mu’athilah, fir’auniyah, jahmiyah (yang kesemuanya keliru dalam memahami nama dan sifat Allah), jalan mereka dalam mengenal Allah telah terputus (karena mereka menolak nama dan sifat Allah tersebut). 
  • Keenam, memperhatikan kebaikan, nikmat dan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya. 
  • Ketujuh, -inilah yang begitu istimewa- yaitumenghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya. 
  • Kedelapan, menyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an). Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya. 
  • Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para shidiqin. Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian  dia pun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahwa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain.
  • Kesepuluh, menjauhi segala sebab yang dapat mengahalangi antara dirinya dan Allah Ta’ala.

Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya. Ibnul Qayyim mengatakan bahwa kunci untuk mendapatkan itu semua adalah dengan mempersiapkan jiwa (hati) dan membuka mata hati. 

Sumber: Madaarijus Saalikin, 3/ 16-17, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terbitan Darul Hadits Al Qohiroh.
Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal
Redaktur : Zainul Hakim
Dipublikasikan Oleh : MutiaraPublic

Kamis, 07 November 2013

Hidup Bermanfaat (Membantu Orang Lain) Di Jalan Allah Adalah Obat Stres !

ilustrasi
Tidak ada agama yang seperti Islam, dia (Islam) menaruh perhatian yang besar terhadap masalah membantu orang lain dan pemenuhan kebutuhan (hajat) mereka, sampai-sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menganggap perbuatan membantu orang lain sebagai bagian dari iman.

Nabi Berwasiat Agar Ummatnya Membantu Sesama Dan Memenuhi Kebutuhan Mereka
Banyak sekali hadits yang datang dari Nabiyurrahmah (Nabi yang penuh kasih sayang) shallallahu ‘alaihi wasallam yang menegaskan pentingnya kerjasama, membantu orang lain dan mengulurkan bantuan untuk mereka. Sampai-sampai Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wasallam menganggap bahwa keimanan seseorang tidak akan sempurna sebelum dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri!!

Dan Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menganggap orang yang tidur (dalam keadaan kenyang) sementara dia tahu tetangganya dalam keadaan kelaparan, sebagai orang yang imannya kurang. Dan barang siapa yang kedatangan tamu namun dia tidak menghormatinya, maka dia juga imannya kurang.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
”Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya segala apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri berupa kebaikan”. [HR al-Bukhâri dan Muslim].
”Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya. Janganlah menzhaliminya dan jangan membiarkannya (tidak membela dan menolongnya). Dan barangsiapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantunya. Dan barangsiapa yang memberikan jalan keluar untuk kesulitan saudaranya, maka Allah akan memberikan jalan keluar bagi kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan tutupi aibnya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari Muslim)
Ini adalah hadits yang menakjubkan, darinya kita mengetahui sejauh mana perhatian Nabi terhdap masalah membantu orang lain dan mencintai kebaikan untuk mereka, sampai-sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menganggap bahwa perbuatan apapun yang Anda lakukan, baik berupa melepaskan salah satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan duniawi seorang Muslim, atau menutupi aibnya atau memenuhi kebutuhannya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan kepada Anda balasan yang berlipat ganda dari apa yang telah Anda lakukan di dunia.

Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
” Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka janganlah ia menyakiti tetangganya, barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaknya ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam.(HR. al-Bukhari)
Sesungguhnya memuliakan tamu adalah sebuah tuntunan yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, dan bahwasanya Allah memberikan pahala yang besar atas amalan tersebut. Dan Islam tidak hanya memerintahkan untuk membantu orang lain, akan tetapi ia (Islam) juga memerintahkan untuk menahan diri dari mengganggu mereka dan tidak menyakiti mereka.

Sekarang, setelah kita melihat bagaimana perhatian Islam terhadap aspek sosial ini, dan bagaimana Islam memelihara keutuhan masyarakat dan integritasnya serta tersebarnya cinta, kasih sayang, dan kebaikan di antara orang-orang yang beriman. Kita bertanya:” Apakah ada keajaiban ilmiah atau faidah-faidah medis dan psikologis dari amalan ini?”

Studi Ilmiah Membuktikan Bahwa Membantu Orang Lain Mengobati Stress
Para ahli di bidang psikologi menegaskan bahwa membantu orang lain akan meringankan stress, yang mana membantu orang lain merangsang sekresi suatu hormon yang bernama “endorfin”, suatu hormon yang membantu menghasilkan perasaan nyaman dan tenang secara psikologis.

Dan mantan direktur Institut “Penyuluhan Kesehatan” di Amerika Serikat “Alan Lex” menegaskan bahwa membantu orang lain membantu mengurangi tekanan saraf, yang mana bantuan seseorang kepada orang lain mengurangi pikirannya terhadap kesedihan-kesedihan dan masalah-masalah pribadinya, dan kemudian merasa nyaman secara psikologis.

Peneliti mengisyaratkan akan perlunya terpenuhi tiga syarat mendasar ketika seseorang membantu orang lain agar bisa menikmati sisi positif (dampak positif) dari bantuannya. Syarat tersebut yaitu hendaknya bantuan tersebut harus teratur, memungkinkan hubungan pribadi antara orang yang membantu dan orang yang meminta bantuan dan hendaknya orang yang meminta bantuan adalah orang di luar lingkup orang yang dikenalnya, keluarganya atau teman-temannya.

Sang Ahli menegaskan bahwa manusia tidak dipaksa untuk membantu orang yang tidak dikenal, namun dia benar-benar bebas untuk memutuskan apakah akan mebantu orang lain atau tidak. Dan bahwasanya kebebasan itu adalah hal penting untuk mendapatkan hasil psikologis yang diinginkan dalam membantu orang lain. Dan sebaliknya, bahwasanya seseorang “dipaksa” untuk membantu teman-teman dan kerabat.

Dalam studi-studi ilmiah sebelumnya nampak jelas pentingnya toleransi, memaafkan orang lain dan tidak marah. Semua ini menyebabkan peningkatan kemampuan sistem kekebalan tubuh pada manusia, dan secara otomatis meningkatan perlindungan terhadap berbagai penyakit.

Dapat dikatakan bahwa setiap perbuatan baik yang dilakukan seseorang dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan kondisi mental dan meningkatkan tingkat kekuatan sistem kekebalan tubuh serta memberikan kepada tubuh Anda dosis kekebalan tambahan terhadap penyakit, terutama stres.

Sesungguhnya Islam ketika memberikan perhatian terhadap perbuatan baik, tidaklah penetapan syar’iat tersebut kecuali untuk maslahat (kebaikan) manusia dan masyarakat dan agar mereka beruntung mendapatkan balasan di dunia dan akhirat.

Oleh karena itu, kita dapatkan banyak ayat yang memotivasi seorang mukmin untuk saling tolong menolong dan memberikan pelayanan/bantuan kepada orang lain tanpa imbalan (gratis). Lihatlah bagaimana peneliti ini, setelah banyak percobaan yang dia lakukan, maka nampak jelaslah baginya bahwa sebaik-baik jenis bantuan adalah ketika Anda tidak meminta imbalan atau mengaharap terima kasih atas bantuan Anda. Dan dari sini kita mengetahui arti penting firman-Nya Subhanahu wa Ta’ala:
” Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” (QS. Al-Insaan: 8-9)
Ya Allah jadikanlah seluruh amalan kami ikhlash karena ingin mendapatkan keridhaan-Mu, dan karena takut terhadap adzab-Mu serta karena kecintaan kepada penutup para Nabi-Mu (Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam).

(Sumber : الإعجاز النبوي معالجة التوتر النفسي بمساعدة الآخرين karya ‘Abdud Daim al-Kaheel. Diterjemahkan dan diposting oleh Abu Yusuf Sujono/alsofwah)
Dipublikasikan Oleh : MutiaraPublic

Rabu, 30 Oktober 2013

Dalam Menghadapi Masalah, Inilah Solusi Terbaik ?!


Tiap kali orang menghadapi sebuah masalah yang sulit dipecahkan, hanya doa dan mengiba kepada Allah sajalah yang bisa menjadi jalan keluarnya. Walaupun hal itu bisa menjadi solusi, ia mesti didahului dengan taubat dari segala dosa. Karena dosa pasti mendatangkan petaka dan siksa. Karena itu, bila dosa telah tiada berkat taubat yang dilakukan, siksa pun pasti dicabut dari pelakunya.

مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِن اللهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ
“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah. Dan apa saja bencana yang menimpamu maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS. An-Nisa: 79)
Apabila taubat dan doa kepada Allah terus dijalankan, tapi pengkabulan doa yang diharapkan belum kunjung tiba, hendaknya kembali mengevaluasi diri. Bisa jadi, taubat tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh.

وَمَآ أَصاَبَكُمْ مِنْ مُصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍ
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Dan allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. As-Syuro: 30)
Oleh karena itu, terus memperbaiki diri dan terus berdoa. Jangan pernah sekali-kali berhenti berdoa. Bisa jadi kebaikan dan pengabulan doa itu memang diundur kedatangannya dan sangat mungkin kemaslahatan tidak ada pada pengkabulan doa.

Inilah nasihat para ulama kepada ummat, seorang mukmin akan tetap mendapat pahala dan manfaat yang tidak sedikit dari konsistensinya bertaubat dan berusaha memperbaiki diri. Ia tidak memperoleh apa yang ia minta,  tetapi ia diberi gantinya.

Setiap kali muncul bersitan dalam hati untuk menyerah. “Kamu sudah sering berdoa, tetapi tidak pernah dikabulkan! Cukup! Berhenti saja!” Maka katakan dengan tegas, “Doa-doa yang terus aku panjatkan adalah ibadahku kepada Allah. Aku yakin doaku dikabulkan. Penundaannya bisa jadi untuk sebuah kemaslahatan yang pas dan lebih baik untukku. Andai itu tidak dikabulkan, pahala ibadah itu takkan lari kemana-mana.”

Oleh karena itu, tiap kali berdoa Anda wajib meminta sesuatu yang paling tepat untuk Anda. Bukankah seseorang kerap meminta saran sahabat karibnya untuk menutupi kekurangannya, lantas mengapa ia tidak meminta pilihan tebaik kepada Allah? Bukankah Allah paling tahu apa yang terbaik untuk hambanya?


Dilansir Oleh : An-Najah.net
Dipublikasikan Kembali Oleh : MutiaraPublic

Selasa, 29 Oktober 2013

Tips Dikabulkannya Do'a (Do'a Di Ijabah) !

Ketika melaksanakan ibadah haji atau umrah pastilah jamaah akan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Namun, doa-doa apa saja dan dimanakah jamaah sebaiknya memanjatkan doa kepada-Nya agar kelak dikabulkan. 

Ketua Yayasan Bani Adam, ustaz Matyoto Fahruri, mengatakan salah satu keistimewaan melaksanakan ibadah haji dan umrah adalah diijabah-nya doa-doa selama di Tanah Suci. Doa-doa yang insya Allah dikabulkan  oleh Allah SWT adalah doa untuk diri sendiri, untuk anak,  suami atau istri,  orang tua, sahabat dan untuk sesama Muslim. “Bahkan, untuk orang yang membenci kita sekalipun,” ujar Matyoto. 

Doa tersebut, di antaranya agar diampuni segala dosa,  dimudahkan segala urusan dan masalah hidup, dan dikabulkan segala hajat. Jangan lupa pula berdoa rumah tangga sakinah, mawadah warohmah bagai yang sudah berkeluarga. Doa lain yang juga penting, menurut wakil ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Boyolali ini adalah agar dijadikan suami yang saleh, seperti Nabi Ibrahim As, yang memiliki akhlakul karimah dan berwibawa. 

Doa menjadi istri yang saleha, seperti Siti Hajar dan doa agar anak-anak saleh dan saleha, seperti Nabi Ismail As. “Doa-doa ini penting, karena perjalanan haji atau umrah adalah napak tilas keluarga sakinah mawadah warohmah,” tambahnya. Doa berikutnya yang tak kalah penting adalah jika wafat dalam keadaan khusnul khotimah dan masuk surga, seperti Nabi Muhammad SAW. 

Ada pun tempat-tempat yang mustajab ketika memanjatkan doa adalah searah dengan Hajar Aswad, Multazam, dekat maqam Ibrahim, Hijr Ismail, Rukun Yamani, tempat air zam-zam berada, Bukit Sofa, antara pilar hijau ketika sa’i, dan di Bukit Marwah. “Ini ketika kita berada di Masjidil Haram, Makkah,” ungkapnya. 

Jika berada di Masjid Nabawi, Madinah, tempat yang mustajab untuk berdoa adalah di Raudhah, dekat rumah, maqam, dan mimbar Nabi Muhammad SAW. Sementara di Arafah, doa akan diijabah di wilayah Musdalifah dan juga tempat di mana jamaah melakukan lontar jumrah. 

Mengenai waktu berdoa, Matyoto mengatakan, yaitu pada saat sepertiga malam akhir sampai subuh, ketika antara adzan dan qomat, saat selesai membaca Alquran atau usai shalat wajib dan sunnah. “Insya Allah, doa kita akan dikabulkan,” papar ustad ini. 


Sumber : jurnalhaji.com
Dipublikasikan Kembali Oleh : MutiaraPublic

Sabtu, 26 Oktober 2013

Tips 5 Langkah Menuju Rumah Tanggamu adalah Surgaku !

Berikut beberapa persiapan harus dilakukan bagi para calon mempelai. 

Pertama, soft ware-nya, yakni qolbu kita yang harus selalu yakin kepada Alloh. Karena yang bisa menimbulkan orang stress, tidak menerima kenyataan, sekali-kali bukan karena masalahnya. Melainkan karena keyakinan dia yang lemah kepada Alloh. 

Kita harus sadar sesadar-sadarnya bahwa diri kita ini milik alloh. Calon istri kita milik Alloh. Yang mengetahui segala perasaan yang ada pada diri kita adalah Alloh. Yang memerintahkan kita menikah adalah Alloh. Pernikahan terjadi juga dengan ijin Alloh. Bahkan kebahagiaan yang kita raih pun adalah karena pertolongan Alloh .

Jadi, kuncinya adalah Alloh. Kalau kita tidak yakin kepada Alloh, kita tidak akan mendapatkan kuncinya. Alloh-lah yang menjanjikan kita berpasang-pasangan. Alloh-lah yang menyuruh kita menikah. Dan nikah itu ibadah, sedang Alloh menyuruh kita ibadah. 

Kita tidak usah merasa ragu-ragu lagi. Maka kembalikan segalanya kepada Alloh. Kita tidak boleh suudzan. Sedikit pun. Tidak boleh merasa rendah diri karena penampilan kita yang kurang menarik orang tua miskin, pendidikan rendah. Kalau kita merasa demikian, berarti kita telah menghina Alloh, sebab wajah kita bukan milik kita, semuanya milik Alloh.

Kedua, tingkatkan kepribadian kita supaya disukai Alloh. Perbaikilah apapun yang dapat kita lakukan ; akhlak kita, perbuatan kita , tingkah laku kita. Jagalah pandangan, bergaulah dengan lawan jenis dengan cara yang disukai Alloh. 

Tidak usah sibuk dengan penampilan yang dibuat-buat seperti, mejeng dan ngeceng. Sebab, sesungguhnya tidak ada yang luput dari pandangan Alloh. Apa pun yang kita perbuat pastilah disaksikan-Nya. Maka,meningkatkan kualitas diri supaya disukai Alloh adalah hal paling penting.

Kemudian yang tidak kalah pentingnya, kita harus latihan meningkatkan kedewasaan. Karena untuk membangun rumah tangga tidak cukup hanya dengan keemauan, keinginan dan uang. Rumah tangga adalah samudera masalah. 

Kadang-kadang kita merasa bahwa dialah yang paling cantik di dunia. Tapi setelah menikah, tidak jarang orang merasa betapa dunia banyak yang cantik, kecuali istrinya. Hal ini harus dikendalikan dengan kedewasaan. Jangan sampai kita tergelincir dan jatuh ke jurang maksiat hanya karena masalah seperti ini. Belum lagi dengan masalah lain yang sangat berpotensi untuk menimbulkan sengketa. 

Mertua kita, adik ipar kita yang tinggal serumah dengan kita, bahkan anak kita sendiri yang masih bayi, misalnya semua bisa berpotensi untuk bermasalah kalau kita tidak dewasa dan arif menghadapinya. Hanya dengan kedewasaan dan kearifanlah semua masalah bisa diselesaikan. Seorang suami yang tidak matang tidak dewasa, tidak arif, ia lebih banyak menambah masalah daripada menyelesaikan masalah.

Ketiga, persiapan ilmu, terutama ilmu agama, kita akan bisa beribadah dan beramal dengan benar. Dan Alloh pun siap menolong kita, kalau kita beribadah dan beramal dengan benar Ilmu agama penting dikuasai supaya kit tahu standar yang benar. 

Kita pelajari rumah tangga Rasulullah SAW. Karena memang hanya rumah tangga beliaulah yang menjadi acuan yang tepat dalammenegakan menegakan keluarga Islami. Kita dapat bercermin dari sejarah rumah tangga beliau. 

Ketika ia pulang ke rumah malam hari, lalu ketika pintunya diketuk tidak ada juga yang menyahut karena istrinya tertidur. Rasulullah tidak berani membangunkan. Akhirnya ia berbaring di depan pintu. Kita mungkin belum bisa seperti itu. Tetapi paling tidak kita memiliki standar yang jelas

Keempat, belajarlah ilmu umum, seperti ilmu kesehatan, ilmu merawat tubuh, cara memahami wanita (bagi suami). Bagaimana menghadapi istri saat menjalani ngidam, saat kehamilan, saat melahirkan dan lain sebagainya. Begitu pun istri harus memahami bagaimana prilaku suami, bagaimana emosinya, bagaimana karakternya. Maka, belajar ilmu psikologi yang banyak berkaitan dengan hal-hal seperti ini sangat diperlukan.

Kelima, persiapkan dan tingkatkanlah keterampilan. Seperti keterampilan menata rumah, mencari tambahan penghasilan, memasak, keterampilan menekan biaya hidup dan lain-lain. Hal ini perlu sdilakukan baik oleh calon suami , maupun oleh calon istri. Sebab setelah menikah bagi keduanya masingmasing berpeluang berpisah. Suami harus berpikir misalnya bahwa ajal siap datang menjemput kapan saja. Maka ketika istrinya meninggal duluan jangan sampai kelabakan karean tidak bisa menggantikan peran istrinya. Begitu pun bagi istri ia harus ditinggal suaminya. Maka ia harus siap memberi nafkah keluarga dengan meningkatkan keterampilan menambah penghasilan

Begitulah persiapan-persiapan yang harus ditempuh bagi kaum laki-laki dan perempuan yang sudah berniat berumah tangga. 

Bagi mereka yang telah maksimal mempersiapkannya, insya Alloh masalh apa pun yang dihadapi tidak akan membuat mereka goyah. Mereka akan tetap tegar dan yakin bahwa Alloh akan menolongnya. Ingat firman Alloh berikut ini : 
“ Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (nikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Alloh akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Alloh Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nuur ayat 32). 
Nah, sudah seperti itulah persiapan anda. Wallahu a`lam.



Sumber : abatasa.co.id


Jumat, 25 Oktober 2013

Tips Syiar untuk Remaja Muslim !


ilustrasi (sumber foto : blogspot.com)
Apakah kamu remaja muslim/muslimah yang sedang kesulitan untuk memelihara keimanan atau mensyiarkan Islam di tengah komunitas non muslim? atau mungkin teman-teman kamu sekarang anak-anak muslim yang ‘terlalu gaul’ sehingga melupakan ajarannya? atau mungkin saat ini kamu sedang belajar di negara orang yang mayoritas beragama non islam? 

Jika demikian, mohon luangkan waktu sedikit untuk membaca tips-tips berikut ini. Insya Allah ada hal positif yang bisa membantu kamu :
Luruskan dan niatkan setiap kegiatan kamu hanya untuk Allah SWT. : Kapanpun, dimanapun dan apapun yang sedang kamu lakukan, baik sendirian maupun bersama teman-teman, usahakan selalu mengingat Allah SWT. Berdoalah dan niatkanlah semuanya hanya demi Allah SWT.
Praktekkan selalu apa yang kamu katakan :Kerjakanlah selalu apa yang kamu katakan pada teman-teman. Yakinkan teman-teman kamu bahwa Islam memang menjadi panduan hidup dan selalu konsisten kamu kerjakan.
Teladani Al-Qur’an dan Sirah Rosulullah SAW dalam mensyiarkan Islam : Banyak sekali pelajaran mengenai cara syiar Rasulullah SAW dalam menyebarkan Islam yang terdapat di Al-Qur’an dan Sirahnya. Gunakan itu sebagai panduan syiar Islam kamu.
Jangan menilai teman kamu hanya dari wajah atau penampilannya : Terkadang wajah dan penampilan bisa menipu. Bisa saja teman kamu yang pendiam dan sopan ternyata punya pekerjaan sampingan sebagai penari striptis, atau sebaliknya, bisa saja teman kamu yang nyentrik dan gaul, ternyata adalah seorang muslim yang taat. Hadapilah setiap orang dengan sikap yang sama, seakan-akan kamu belum mengenal mereka.
Tersenyumlah : Banyak sekali kita jumpai muslim yang taat menunjukkan wajah serius bahkan terlihat sebal jika diantara kalangan non muslim. Salah! Seperti kata Pak Mario Teguh, Tersenyumlah! dan perhatikan apa yang terjadi 
Ambillah inisiatif pertama jika bepergian bersama mereka : Usahakan selalu ambil inisiatif pertama jika akan bepergian. Jauhkan teman-teman kamu dari tempat-tempat yang tidak baik.
Tunjukkan pada mereka bahwa Islam itu tetap relevan kapanpun juga : Banyak orang yang beranggapan bahwa Islam itu kuno dan ketinggalan zaman. Tunjukkan pada mereka bahwa ajaran Islam itu relevan kapanpun juga.
Ajaklah mereka untuk ikut kegiatan sosial bersama kamu : Ketika ada kegiatan amal atau sosial, ajaklah teman-teman kamu untuk ikut serta. Partisipasi mereka akan banyak berpengaruh positif pada kedekatan kamu dengan mereka, dan terbukanya hati mereka untuk menolong sesama.
Tanyakan kepada mereka 4 hal mendasar : Pada setiap kesempatan, pancinglah mereka untuk menjawab 4 pertanyaan ajaib ini. Empat pertanyaan ini seringkali dapat dengan mudah mengarahkan pembicaraan kepada Allah dan Islam dengan halus.
a. Apa tujuan hidup kamu dan apa yang membuat kamu bahagia secara jujur dari hati terdalam?
b. Apa sih yang kamu percayai?
c. Kepada siapa seharusnya kita berterimakasih atas semua nikmat ini?
d. Apakah semua keberhasilan kamu sampai hari ini tanpa bantuan orang lain?
Lakukan dan tunjukkan kepada mereka bahwa sholat 5 waktu itu terpenting dari semua kegiatan : Tunjukkan pada mereka bahwa sholat 5 waktu itu adalah yang terpenting dalam semua waktu kamu. Katakanlah pada mereka bahwa itulah saat-saat kita berhubungan langsung dengan Allah SWT dan saat itu, kita bisa meminta bantuan apapun kepada-Nya. Jika teman kamu sedang menghadapi masalah, ajaklah dia untuk berdoa atau bahkan ikut sholat dengan kamu.
Angkatlah sikap-sikap orang dewasa yang positif di depan teman-temanmu : Seringkali anak-anak muda menganggap orang dewasa (termasuk orang tua mereka) kuno dan -maaf- ‘bodoh’. Tunjukkan rasa hormat kamu pada orang-orang dewasa dan pujilah sikap orang dewasa yang positif, misalnya: ketika ada yang menolong anak muda lain, atau ketika ada da’i yang memberikan dakwah yang menarik, atau ketika ada yang memberi sumbangan dana untuk bencana, dll. Hal-hal itu tidak hanya akan membuka perspektif baru bagi teman-teman kamu, tapi juga akan membuat mereka lebih hormat pada orang tua mereka. Ingatlah, hormat kepada orang tua sangat dinilai tinggi dalam Islam.
Dukunglah dan bantulah teman kamu yang meneladani atau mulai mengikuti ajaran Islam : Ketika pada akhirnya ada seorang teman kamu yang tertarik dan berusaha mengikuti ajaran Islam, segera bantu dan dukunglah dia semaksimal mungkin. Hadirlah selalu di dekatnya agar imannya yang masih lemah terus terbina dengan kehadiran kamu.
Semoga hal-hal di atas bisa membantu kamu. Ingatlah bahwa dakwah itu bukan hak seorang muslim, tapi merupakan KEWAJIBAN kita. Setiap kita punya tugas untuk mensyiarkan cahaya Islam kepada siapapun juga, dimanapun kita berada dan siapapun teman-teman kita. Semoga Allah SWT selalu melindungi dan meridhoi langkah kita. Amiiin. Sukses teman-teman


Rabu, 16 Oktober 2013

Tips : Supaya Mudah Menerima Pelajaran dan Cepat Dalam Menghafal, Bagaimana Ya...?

ilustrasi : Cara mudah Menghafal Pelajaran
Bagi seorang pelajar tentu mengalami banyak kendala baik dalam menerima pelajaran, mengingatnya dan menghafalnya, inilah mayoritas masalah yang dihadapi seorang pelajar. Sekarang saya mencoba untuk memberikan solusinya, agar masalah-masalah tersebut dapat teratasi. Solusi-solusi yang saya berikan insyaallah akan berhasil bila anda memang mau bersungguh-sungguh mengamalkannya, seperti maqalah:
  من جد وجد  Artinya: barang siapa yang bersungguh-sungguh maka berhasil.
Memang sulit untuk melakukan suatu kebaikan meskipun itu hal sepele dan sayapun tidak dapat memungkirinya. Berikut ini solusi-solusi yang wajib anda praktekan:

Pertama, Berwudlu'
Sebelum belajar hendaklah berwudlu', agar pikiran kita tenang, hati kita suci dan tentram semua masalah, kemarahan tentunya akan hilang, dan tentu kita akan lebih segar lebih fresh dalam menerima pelajaran/menghafal tersebut. Terbukti cara ini cukup ampuh, dan sebaiknya anda selalu berwudlu' sebelum belajar.

Kedua, Berdo'a
Ini tidak boleh kita tinggalkan. Karena dengan berdo'a artinya kita sudah memasrahkan semua hasil kepada Allah SWT. apapun hasilnya kita terima dengan lapang dada yang terpenting kita sudah berikhtiyar/berusaha dengan baik secara jasmani maupun rohani.

Ketiga, Continue
Dalam belajar / menghafal kita harus continue (Berulang-ulang), artinya kita harus menindaklanjuti pembelajaran kita setiap hari. bagi seorang pelajar dalam sehari paling tidak, wajib meluangkan waktunya 8 jam untuk menimba ilmu. Keselurahan 8 jam tersebut tidak harus dilakukan secara urut, itu malah dapat memberikan beban kepada kita. Tapi kita buat 8 jam itu berangsur-angsur dan ada jeda waktu untuk istirahat. arti kata continue ini tidak boleh dicontohkan 1 minggu sekali dan dalam waktu 12 jam contohnya. maka saya langsung mengatakan bahwa orang tersebut sangatlah bodoh. lebih baik 1 jam dalam sehari tapi berturut-turut dari pada 12 jam seminggu sekali.

Keempat, Pengamalan (Diamalkan)
Ilmu tanpa diamalkan ilmu tersebut dapat hilang dengan sendirinya karna kita lupa maka untuk mencegah semua itu maka kita harus mengamalkannya. Buat apa punya ilmu tapi tidak untuk diamalkan, apalagi ilmu-ilmu yang berkaitan dengan agama islam seperti muammalah. pengamalan adalah hal yang terpenting karena dengan mengamalkan ilmu kita dengan ikhlas kita dapat menambah pundi-pundi pahala kita untuk tabungan diakhirat kita kelak

Berikut ini adalah faktor-faktor lain yang dapat dengan mudah Menerima Pelajaran dan Cepat Dalam Menghafal adalah sebagai berikut:

1. Makanan
Kebutuhan pokok yang wajib  kita penuhi agar kita tetap dapat hidup. tentu kita harus memilih makanan yang halal dan juga baik tentunya. halal saja tidak cukup, dalam Alqur’an banyak sekali ayat-ayat menerangkan dan menjelaskan tentang perintah memakan makanan yang halal dan baik. 

2. Faktor Internal
Faktor dInternal adalah faktor yang berasal dari diri kita yang mempunyai kaitan dengan linkungan luar untuk mendukung keberhasilan belajar. Contoh saya cepat untuk menghafal dengan cara mondar-mandir dan menghafal dengan bersuara. Faktor dalam ini berbeda-beda untuk setiap orang, maka sebaiknya kita mencari apa sih faktor yang ada dalam diri kita.


Oleh : Bpk. Achmad Hasan (Kerajan Pesisir Besuki-Situbondo)
Redaktur : Zainul Hakim
Dipublisikan Oleh : Mutiara Public


Senin, 14 Oktober 2013

Menghilangkan Kerasnya Hati dan Menjadikannya Lunak ?

Wahai saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, hati yang lembut dan lunak tentunya merupakan nikmat Allah yang sangat besar, karena dia mampu menerima dan menyerap segala yang datang dari Allah. 

Allah mengancam orang yang berhati keras melalui firman-Nya dalam Al-Qur'an :
"Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang membatu hatinya untuk mengingat Allah.Mereka itu dalam kesesatan yang nyata." (Az-Zumar: 22)
Di antara hal-hal yang dapat membantu menghilangkan kerasnya hati dan menjadikannya lunak, lembut dan terbuka untuk menerima kebenaran dari Allah yakni:

1. Ma'rifat (mengenal) Allah
Siapa yang kenal Allah, maka hatinya pasti akan lunak dan lembut, dan siapa yang jahil terhadap-Nya, maka akan keras hatinya. Semakin bodoh seseorang terhadap Allah, maka akan semakin berani melanggar batasan-Nya. Dan semakin seseorang berfikir tentang Allah, maka semakin sadar akan kebesaran Allah, keluasan nikmat serta kekuasaan Nya.

2. Mengingat Maut
Pertanyaan kubur, kegelapannya, sempit dan sepinya, juga penderitaan menjelang sakaratul maut termasuk ke dalam mengingat maut. Memperhatikan pula orang-orang yang telah mendekati kematian dan menghadiri jenazah. Hal itu dapat membangunkan ketertiduran hati kita, dan mengingatkan dari keterlenaan. Sa’id bin Jubair berkata, "Seandainya mengingat mati lepas dari hatiku, maka aku takut kalau akan merusak hatiku."

3. Berziarah Kubur dan Memikirkan Penghuninya.
Bagaimana mereka yang telah ditimbun tanah, bagaimana mereka dulu makan, minum dan berpakaian dan kini telah hancur di dalam kubur, mereka tinggalkan segala yang dimiliki, harta, kekuasaan maupun keluarga, lalu ingat dan berfikir, bahwa sebentar lagi dia juga akan mengalami hal yang sama.

4. Memperhatikan Ayat-ayat Al- Qur'an.
Memikirkan ancaman dan janjinya, perintah dan larangannya. Karena dengan memikirkan kandungannya, maka hati akan tunduk, iman akan bergerak mendorong untuk berjalan menuju Rabbnya, hati menjadi lunak dan takut kepada Allah.

5. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Dzikir dapat melunakan hati yang keras. Karena itu selayaknya seorang hamba mengobati hatinya dengan berdzikir kepada Allah, sebab ketika kelalaian bertambah, maka kekerasan hati makin memuncak pula.

6. Mendatangi Orang Shalih dan Bergaul dengen Mereka.
Orang shaleh akan memberikan semangat ketika kita lemah, mengingatkan ketika lupa, dan memberikan jalan ketika kita bingung dan pertemuan dengan mereka akan membantu kita dalam melakukan ketaatan kepada Allah.

7. Mengingat Akhirat dan Kiamat
Huru-hara dan kedahsyatannya, Surga dengan kenimatannya, neraka dengan penderitaannya yang disediakan bagi para pelaku dosa dan kemaksiatan.

8. Berjuang, Introspeksi dan Melihat Kekurangan Diri.
Manusia, jika tidak mahu berjuang, introspeksi dan melihat kekurangan diri, maka dia tidak tahu, bahwa dirinya sakit dan banyak kekurangan. 

Jika dia tidak merasa sakit atau punya kekurangan, maka bagaimana mungkin dia akan memperbaiki diri atau berobat?

Wallahu a’lam...
Semoga Allah Subhannahu wa Ta'ala melunakkan hati kita semua untuk menerima dan menjalankan kebenaran, amin ya Rabbal ‘alamin.


Redaktur : Zainul Hakim


Jumat, 11 Oktober 2013

Tips : 7 Kunci Ketenangan Diri ?

gambar : mindboxseo.com

Pertama, Hendaklah kita mendekatkan diri kepada Allah
Salah satu tindakan yang pasti akan membuat batin atau hati kita menjadi tenang adalah selalu Mendekatkan diri kepada-NYA, karena DIA-lah pengatur segala kejadian di dunia ini. Seandainya hati kita kacau, tentunya ada hal lain yang mendominasi hati kita, andaikan saja hati kita di dominasi oleh ALLAH maka, ketenangan hati ini akan dijamin.

Kedua, Positive thinking
Jangan biarkan pikiran sobat berprasangka buruk atau negative thinking, karena Allah akan mengabulkan apa yang hambanya rasakan dalam hatinya. dan lagi pula bernegative thinking juga tak ada manfaatnya sedikitpun, cobalah untuk berfikir positif, karena dengan berpikiran positive akan membawa pada suatu yang bermanfaat tentunya.

Ketiga, Jangan tergantung terhadap orang lain
Kunci ketenangan hati yang selanjutnya adalah percaya diri dan tidak tergantung pada orang lain. cobalah untuk bersikap mandiri dan percaya akan kemampuan yang kita miliki, percayalah pada diri sobat sendiri dan yakin-lah bahwa sobat selalu bisa melakukannya sendiri.

Keempat, Jauhi sifat terburu-buru
aset dalam kehidupan bukan harta tapi waktu. maka pergunakan waktu dengan baik dan semaksimal mungkin denagn hal-hal yang bermanfaat.dan jauhilah sifat terburu-buru karena terburu-buru adalah sifatnya setan.

Kelima, Jangan mengingat penyesalan di masa lalu
Hidup itu mudah, buatlah dalam suatu perbuatan kita dengan keputusan dan jadikan masa lalu menjadi sebuah pelajaran untuk menjadi yang lebih baik.bukalah lembaran baru hidup sobat dan tataplah bahwa pejalanan hidup selanjutnya akan selalu disertai dengan kesuksesan seperti yang soabt rencanakan.

Keenam, Jangan pernah menyimpan dendam di hati
dendam itu di ibaratkan sebagai racun dalam hati kita, jika kita terus menyimpan racun di dalam tubuh kita,maka dapat dipastikan tubuh akan hancur,begitu pula dengan dendam,jika kita terus menyimpannya maka alhsil hati kita akan keruh dan tak jernih lagi.maka jauhilah itu..

Ketujuh, Jangan khawatir dengan hari esok


Redaktur : Erlinda Natalia


Rabu, 09 Oktober 2013

Tips dan Tata Cara Dan Do'a Sholat Jenazah Lengkap

Sholat jenazah oleh masyarakat sekitar (foto oleh : statik.tempo.co)
Rukun, syarat, panduan tatacara sholat jenazah atau sholat mayit dibawah ini adalah sudah kami ringkas, dan kami lengkapi dengan beberapa dalil hadits dari Nabi SAW, rukun Shalat Jenazah  terdiri dari 8 rukun dan Hukum menjalankannya adalah "Fardhu Kifayah" artinya jika tidak ada yang menjalankan, semua akan berdosa. Shalat ini gak memakai ruku’, sujud, i’tidal dan tahiyyat, hanya dengan 4 takbir dan 2 salam, yang dilakukan dalam keadaan berdiri. 

Berikut ini adalah rukun sholat jenzah :

1. Niat
Setiap shalat dan ibadah lainnya kalo gak ada niat dianggap gak sah, termasuk niat melakukan Shalat jenazah. Niat dalam hati dengan tekad dan menyengaja akan melakukan shalat tertentu saat ini untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS. Al-Bayyinah : 5).

Hadits Rasulullah SAW dari Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya." (HR. Muttafaq Alaihi).

2. Berdiri Bila Mampu
Shalat jenazah sah jika dilakukan dengan berdiri (seseorang mampu untuk berdiri dan gak ada uzurnya). Karena jika sambil duduk atau di atas kendaraan [hewan tunggangan], Shalat jenazah dianggap tidak sah.

3. Takbir 4 kali
Aturan ini didapat dari hadits Jabir yang menceritakan bagaimana bentuk shalat Nabi ketika menyolatkan jenazah.

Dari Jabi ra bahwa Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Raja Najasyi (shalat ghaib) dan beliau takbir 4 kali. (HR. Bukhari : 1245, Muslim 952 dan Ahmad 3:355)

Najasyi dikabarkan masuk Islam setelah sebelumnya seorang pemeluk nasrani yang taat. Namun begitu mendengar berita kerasulan Muhammad SAW, beliau akhirnya menyatakan diri masuk Islam.

4. Membaca Surat Al-Fatihah

5. Membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW

6. Doa Untuk Jenazah

Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :

"Bila kalian menyalati jenazah, maka murnikanlah doa untuknya."
(HR. Abu Daud : 3199 dan Ibnu Majah : 1947).

Diantara lafaznya yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW antara lain :

"Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi."

7. Doa Setelah Takbir Keempat

Misalnya doa yang berbunyi :

"Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu.."

8. Salam

Berikut ini adalah Tata Cara, Urutan dan Do'a Sholat Jenazah :

1. Lafazh Niat Shalat Jenazah :

"Ushalli ‘alaa haadzal mayyiti fardlal kifaayatin makmuuman/imaaman lillaahi ta’aalaa.."

Artinya:
"Aku niat shalat atas jenazah ini, fardhu kifayah sebagai makmum/imam lillaahi ta’aalaa.."

2. Setelah Takbir pertama membaca: Surat "Al Fatihah."

3. Setelah Takbir kedua membaca Shalawat kepada Nabi SAW : "Allahumma Shalli ‘Alaa Muhamad?"

4. Setelah Takbir ketiga membaca:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

"Ya Allah! Ampunilah dia (mayat) berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.”

atau bisa secara ringkas :

"Allahummagh firlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu.."

Artinya:
"Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat, sejahtera dan maafkanlah dia"

5. Setelah takbir keempat membaca:

"Allahumma la tahrim naa ajrahu walaa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu.."

Artinya:
"Ya Allah janganlah kami tidak Engkau beri pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya, dan berilah ampunan kepada kami dan kepadanya"

6. "Salam" kekanan dan kekiri.


Catatan: Jika jenazah wanita, lafadzh ‘hu’ diganti ‘ha’.

Demikian beberapa ringkasan artikel tentang tata cara dan do'a sholat jenazah, semoga bisa menambah wawasan dan amaliah pembaca sekalian, terimakasih sudah berkunjung semoga bermanfaat. 


Sumber : pengumpulhikmah.blogspot.com


Selasa, 08 Oktober 2013

4 Penyebab Bosan, Dan Cara Menanganinya ?


ilustrasi : Bosan (foto, republika.co.id)
Empat Penyebab Bosan :

Pertama Adalah Kondisi Stagnan
Jika hidup kita stagnan, gitu-gitu saja, tidak ada perubahan dari dulu sampai sekarang, bisa menyebabkan kita bosan. Kondisi yang tidak berubah bisa dari pekerjaannya bisa juga dari hasilnya. Dari survey kecil tadi, ada yang mengatakan dia bosan karena aktivitasnya gitu-gitu saja. Artinya dia melakukan hal yang sama terus-menerus, sementara hal tersebut harus dilakukan, seperti bekerja.

Ada juga yang merasa bosan karena hasilnya yang tidak berubah. Dia sudah berusaha keras, namun hasilnya tidak juga berubah. Dia rajin bekerja, tetapi tidak juga naik jabatan. Bisa jadi dia terus menjual, namun hasilnya tetap seberapa. Atau apa pun aktivitas dengan hasil yang tidak ada peningkatan.

Termasuk bosan menjadi pegawai. Mungkin karena apa yang dia lakukan itu-itu saja. Dia melakukan hal yang sama setiap hari karena tuntutan pekerjaan. Tentu saja, hal ini bisa menyebabkan seseorang menjadi bosan. Konon banyak orang yang tetap bekerja bukan karena dia suka tetap karena terpaksa tidak ada (menurut mereka) profesi lain atau takut kehilangan sumber penghasilan.

Apakah Anda salah satunya yang bosan karena stagnan?

Penyebab Bosan Kedua Adalah Tidak Ada Aktivitas
Banyak juga yang memberikan respon bahwa penyebab bosan itu adalah tidak adanya aktivitas. Seperti harus menunggu yang lama, baik menunggu teman, menunggu di rumah sakit, menunggu rumah, dan sebagainya termasuk harus menunggu rumah. Menunggu memang sebuah “pekerjaan” yang membosankan dan tidak sukai.

Tidak ada aktivitas juga bisa karena nganggur, tidak ada pekerjaan dan tidak ada kegiatan. Bahkan orang yang bekerja pun bisa bosa saat tidak ada pekerjaan karena bisnis sedang sepi misalnya.

Ketiga Adalah Kondisi Yang Tidak Menyenangkan
Kadang kita memasuki pada sebuah kondisi yang tidak menyenangkan. Banyak sekali, sebagai contoh yang dijawab oleh survei kecil kami:

Mengeluh
Kamseupay
disuruh-suruh
Tidak pernah ikhlas dan mensyukuri….
Terkekang…
terpuruk terus….
Terpuruk karena masalah selalu datang pada waktu tdk tepat.
tIdak punya uang.. nganggor.. lemes.
Bosan kalau mengajari orang…..orang yang ngak bisa ngerti…..atau tidak mau mengerti…!!!
berada dilingkungan orang-orang yang tidak pernah sholat…….
bosan jika ga bisa tidur
Termasuk juga dalam kondisi penyesalan, karena telah mengambil keputusan yang sangat kurang tepat. bawaannya bete, pngen nangis, hampa bgt hdup ini rasanya.
MakSiat terus
Menunda sesuatu yang seharusnya dilaksanakan dengan cepat,
Tidak seberhasil yang saya harapkan

Dan Penyebab Bosan Yang Keempat adalah Kesendirian
Ya, kita akan cepat bosa jika kita sendiri. Meski pun sebagian orang mungkin senang sendiri, tetapi untuk sebagian orang tidak bisa hidup sendirian karena membosankan.

Jurus-Jurus Menghilangkan Bosan Yang Ampuh

Setelah kita mengetahui penyebab bosan, maka kita akan lebih mudah menghilangkan bosan tersebut.

Cara Menghilangkan Bosan :

Pada dasarnya cara menghilangkan bosan ialah dengan menghilangkan penyebab bosan tersebut. Alihkan fokus pikiran Anda BUKAN pada perasaan bosan, tetapi solusi untuk menghilangkan bosan tersebut. Selama Anda fokus memikirkan kebosanan, maka Anda akan bosan selamanya. Namun fokuslah untuk mengatasi kebosanan Anda, maka Anda akan menemukan solusinya.

Saat bosan karena stagnan, maka carilah cara agar Anda tidak stagnan. Carilah ide-ide untuk mengubah aktivitas atau hasil. Anda stagnan karena Anda melakukan hal yang sama dan dengan cara yang sama, termasuk dengan pola pikir yang sama (mindset). Maka ubahlah. Anda bisa mengubah cara melakukan aktivitas Anda. Adalah salah jika Anda pikir Anda sudah melakukan dengan cara yang terbaik, masih ada cara terbaik, hanya saja Anda belum mengetahuinya. Carilah. Tingkatkan mindset dan tingkatkan kreativitas Anda, maka Anda tidak akan bosan lagi.

Jika Anda bosa karena tidak ada aktivitas, menurut saya ini lucu. Kenapa? Sebab aktivitas itu adalah banyak sekali, banyak hal yang bisa kita lakukan. Anda bisa membaca, Anda bisa belajar, Anda bisa berlatih, Anda bisa berdagang, Anda bisa ke luar rumah membantu lingkungan, Anda bisa menulis, dan berbagai aktivitas lainnya. Sudahkah Anda hafal Al Quran? Jika belum, maka hafalkanlah. Jika sudah, tidak ada salahnya untuk menjaga hafalan Anda. Aneh, banyak orang yang mengaku tidak ada waktu untuk menghafal Al Quran, sementara ada orang yang bosan karena tidak ada aktivitas. Satu lagi, jika Anda bergabung dengan jamaah dakwah, saya jamin Anda tidak akan kehabisan aktivitas!

Jika Anda bosan karena kondisi yang tidak menyenangkan, maka carilah cara untuk mengubah kondisi tersebut. Jangan hanya menyesali kondisi yang tidak menyenangkan, carilah ide dan cara untuk mengatasinya. Dan yang terpenting, jadikan semua itu sebagai tantangan.Contoh: Sulit mengajar? Tantanglah diri Anda agar bisa menjadi pengajar yang lebih baik sehingga mudah untuk dipahami.
Deklarasikan Bahwa Diri Anda Tidak Akan Bosan

Ini adalah rahasianya. Jika Anda bisa memetik rahasia ini, Anda tidak akan pernah bosan lagi. Penyebab bosan diatas adalah penyebab-penyebab bosan menurut survei, artinya bolah dikatakan pendapat umum. Mau tahu penyebab sebenarnya? ….

Penyebab bosan sebenarnya adalah sikap Anda sendiri. Apa pun kondisi yang Anda alami, bisa membosankan bisa tidak, semuanya terserah Anda. Bukan kondisi yang membuat Anda bosan, tetapi cara Anda menyikapi kondisi tersebut. Serius.

Maka untuk itu, jika Anda berani (memang hanya untuk pemberani) katakan bahwa Anda akan antusias menghadapi hidup ini, bahwa Anda akan bersyukur apa pun yang terjadi, bahwa Anda akan menjadikan tantangan setiap kesulitan yang Anda hadapi, bahwa semua kesulitan dan beban adalah lahan untuk mencari keridhaan Allah, insya Allah Anda tidak akan bosan lagi.

Inilah cara menghilangkan bosan yang paling jitu!


Sumber : motivasi-islami.com

3 Tips Jika Anda Sedang Mengalami Kecemasan Yang Berlebihan !?


Kita harus segera mengatasi kecemasan berlebihan kita, karena kecemasan berlebihan akan menghabiskan energi kita. Energi kita habis, sementara tidak ada hasil yang bisa kita dapatkan. Meski pun kita diam, menggerutu, marah-marah, dan sebagainya akan membuat mental kita lelah, dan tidak ada energi untuk hal lain yang positif.

Kecemasan Berlebihan Juga Membuang Waktu
Saat hidup Anda dihabiskan untuk kecemasan berlebihan, maka waktu Anda akan terlewat saja tanpa makna, tanpa hasil, dan tanpa prestasi. Hidup Anda hanya dihabiskan untuk memikirkan hal yang belum tentu terjadi. Padahal, waktu bisa digunakan untuk hal lain yang lebih berarti.

Anda bisa melakukan tindakan untuk mengantisipasi apa yang Anda khawatirkan. Jika ada cemas akan kehilangan uang, mengapa Anda tidak mengantisipasi agar resiko kehilangan uang itu berkurang. Atau antispasi jika benar-benar Anda kehilangan uang. Ini jauh lebih baik dibandingkan Anda hanya mengkhawatirkan saja tanpa bertindak.

Kecemasan Ibarat Virus Mental Yang Bisa Menyebar
Perasaan cemas berlebihan akan menjadi virus mental, yang gejalanya akan menyebar ke seluruh aspek kehidupan Anda. Untuk kesehatan mental tidak baik, Anda akan menjadi pribadi yang pesimis, apatis, penakut, dan malas. Juga saya sering membaca berbagai artikel yang mengatakan kondisi mental yang negatif bisa merusak kesehatan fisik juga.

Kecemasan berlebihan bisa merusak relasi, dimana mental Anda negatif, Anda kehilangan antusias, dan perangai Anda menjadi tidak baik. Ingat, Anda sibuk dengan pribadi Anda, begitu juga orang lain akan sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Saat ada yang tidak beres dari Anda, bisa jadi mereka menjauh dan fokus pada urusan mereka. Anda bisa dianggap menjadi “pengganggu”.

Kabar Gembira, Ada Solusinya!, Jika Anda mengalami masalah ini, yaitu merasakan kecemasan berlebihan, silahkan coba praktekan tip-tip dibawah ini :

Pertama, Hujamkan Dalam Hati: Apa Pun Yang Terjadi, Itu Terbaik Bagi Saya

Satu ayat yang langsung menghilangkan kehawatirsan saya adalah:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui.” (QS Al Baqarah: 216)

Bisa jadi, kita memang tidak suka dengan rasanya, padahal itu yang terbaik bagi kita. Sebagai contoh kehilangan uang memang pahit, apalagi dalam jumlah yang besar. Kita tidak suka, padahal bisa jadi Allah sudah punya rencana yang lebih baik dibalik kehilangan uang tersebut. Kita hanya tidak mengetahui dan tidak menyadarinya. Kadang, kesadaran akan manfaatnya kita ketahui belakangan.

Masalahnya banyak orang yang menolak ini. Mereka lebih memilih mendapatkan keinginan dia (hawa nafsu) ketimbang pilihan Allah yang pastinya jauh lebih baik. Ini tentang keimanan, apakah Anda yakin Allah memberikan yang terbaik atau tidak. Jika yakin, maka insya Allah, kecemasan itu akan hilang.

Kedua, Tawakal Kepada Allah

Terlepas ada yang bisa dilakukan atau tidak, tawakal akan mengurangi kecemasan. Kita yakin, bahwa apa yang akan terjadi adalah ketentuan Allah dan Allah pasti memberikan yang terbaik bagi kita. Untuk itu, serahkan semuanya kepada Allah, mintalah bantuan, pertolongam, dan bimbingan Allah agar kita menemukan solusi, mampu menghadapi yang kita cemaskan, dan lebih baik lagi jika terhindar dari apa yang kita cemaskan.

Silahkan baca Bulatkan Tekad Dan Bertawakallah. Bulatkan tekad untuk menghadapi apa yang Anda di depan Anda, dan bertawakallah kepada Allah. Insya Allah Anda akan sanggup.

Ketiga, Cari Pilihan Ikhtiar Yang Optimal

Saat Anda merasa panik karena kecemasan berlebihan, sering kali pikiran menjadi buntu. Kita tidak bisa memikirkan apa yang harus kita lakukan. Paling gawat saat kita memilih solusi jalan pintas yang akan disesali bahkan tidak sesuai dengan ajaran agama. Dengan dua sikap diatas, yaitu yakin bahwa Allah akan memberikan terbaik dan kita menyerahkan sepenuhnya kepada Allah, in sya Allah kita akan lebih tenang dan bisa berpikir lebih jernis.

Kemampuan Anda berpikir jernih, akan membuka jalan untuk menemukan solusi terbaik. Ada beberapa kemungkinan solusi, jangan paksakan dengan 1 solusinya saja. Kebanyakan orang yang cemas, dia hanya ingin apa yang dia cemaskan hilang. Itu mungkin solusi terbaik, tapi bukan hanya itu solusi yang bisa kita dapatkan.

Jika tidak ada lagi yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan akibat buruk yang kita cemaskan, maka pikirkan antisipasinya. Jika itu benar-benar terjadi, apa tindakan terbaik yang bisa kita lakukan? Bisakah dilakukan sekarang agar akibat buruknya berkurang? Jika bisa, maka lakukan itu sekarang.

Jika tidak bisa dilakukan sekarang, ya sudah, mau apa lagi? Khawatir tidak ada gunanya bahkan memperburuk keadaan. Tugas Anda berdo’a, yakin dengan ketetapan Allah, dan bertawakal. Apakah tidak perlu ikhtiar? Selalu ada ikhtiar yang bisa kita lakukan.

Mungkin, kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi untuk menghindar dan mengatisipasi yang kita cemaskan, namun Anda bisa menjadikan diri Anda menjadi lebih baik, sehingga lebih siap menghadapi kondisi apa pun. Bukankah ini lebih baik dibandingkan hanya cemas?

Redaktur : Z.H.
Sumber : motivasi-islam.com

6 Tips Agar Bisa Istiqamah Hingga Akhir Hayat / Liang Lahad ?

ilustrasi
Oleh : DR. Muhammad bin ‘Abdirrahman al-’Uraifi
Buku : "Kemuliaan Muslimah Penggenggam Bara Api "

1. Selalu memohon pertolongan kepada Allah
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sangat sering memanjatkan do’a:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ

“Ya Rabb Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” [HR. At-Tirmidzi (no. 3522). Lihat Shahiih Sunan at-Tirmidzi (III/171)]

Ketika ditanyakan kepada beliau tentang hal itu, beliau pun menjawab, “Sesungguhnya tidaklah bani Adam itu melainkan hatinya berada di antara dua jari dari jari jemari Allah. Maka siapa yang Dia kehendaki akan ditetapkan (hatinya) dan siapa saja yang Dia kehendaki akan dipalingkan (hatinya).” [Lihat Silsilah ash-Shahiihah (no. 2091)]

Hanya milik Allah-lah segala taufik dan kekuatan, maka selayaknyalah bagi kita untuk hanya meminta kepada-Nya termasuk memohon istiqamah dalam Agama Islam ini.

2. Berusaha untuk kontinyu dalam beramal
Dianjurkan memilih amalan shalih menurut kemampuan yang tidak memberatkan dirinya supaya ia dapat kontinyu dalam beramal. Jadi berusaha dengan sangat untuk melakukan amalan ini dalam keadaan apa-pun, tanpa kecuali. Karena sekali kita membuat pengecualian, membuat alasan atau mangkir dari melakukan amalan ini, maka akan makin berat dan malas untuk melakukannya di lain waktu

3. Meneladani Para Salaf dalam Beramal
Meneladani para Salaf akan mendorong jiwa untuk mengikuti jejak mereka. Generasi Salaf dahulu berbeda-beda dalam beramal, ada yang banyak dan ada yang sedikit. Namun, mereka senantiasa kontinyu dalam beramal. Mereka adalah kaum yang sangat jauh dari sikap berlebih-lebihan dan memaksakan diri. Mereka istiqamah meskipun amalannya sedikit. Dan teladan mereka adalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang shalat malam hingga kulit kaki beliau pecah-pecah.

Cukuplah dalam hal ini kita mengambil hikmah dari firman Allah Ta’ala berikut:
“Dan (dia mengatakan), ‘wahai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabb-mu  sangat deras bagimu sekalian, dan Dia akan menambahkan keklalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yanguatan pada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan perbuatan dosa’.” (QS. Huud: 52)

Perbuatan dosa yang kita lakukan akan menyebabkan noda di hati kita, dan akan melemahkan kita untuk melakukan ibadah. Oleh karena itu dianjurkan untuk banyak bertaubat dan beristighfar, agar kita diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk senantiasa bisa istiqamah dalam ibadah.

4. Target Ibadah dan Amal Shalih
Mempunyai target dalam beribadah dan beramal shalih yang realistis dan sesuai kemampuan diri akan membantu menumbuhkan motivasi dan arah yang jelas untuk terus beramal dan istiqamah.

5. Selalu Intropeksi Diri
Intropeksi diri (muhasabah) sangat diperlukan bagi jiwa agar tidak merasa jenuh dan bosan dalam beramal shalih. Intropeksi diri akan membuat jiwa bercermin dan sadar atas tujuan penciptaan manusia di dunia ini, yaitu untuk beribadah kepada Sang Khaliq.

6. Mengingat Mati
Ingat mati (dzikrul maut) terbukti mampu memompa semangat jiwa untuk beribadah kepada Allah Ta’ala dan istiqomah di jalan-Nya.


Redaktur : Zainul Hakim
 
Copyright © 2014 MutiaraPublic Share on Blogger Template Free Download .